Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Hati-hati, Gaya Hidup Tak Sehat Tingkatkan Risiko Penyakit Tidak Menular

- Minggu, 06 Maret 2016 17:18 WIB
539 view
Jakarta (SIB)- Gaya hidup tidak sehat mengakibatkan banyak orang menderita hingga meninggal akibat penyakit tidak menular. Jumlah tersebut semakin meningkat setiap tahunnya.

Hal itu diungkapkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr Lily S. Sulistyowati, MM, dalam Annual Scientific Meeting (ASM) 2016 di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (3/3).

"Meningkatnya jumlah penyakit tidak menular dikarenakan gaya hidup yang tidak sehat," ungkap Lily.

Untuk mencegahnya lanjut Lily perlu dilakukan penerapan hidup sehat. Salah satu upaya adalah dengan makan teratur sesuai dengan kebutuhan dan menjaga komposisi nutrisi yang seimbang.

"Diet seimbang bisa mencegah kejadian penyakit tidak menular," sambungnya.

Di samping itu upaya pencegahan penyakit ini juga dapat dilakukan dengan melakukan cek kesehatan secara berkala, menghindari paparan asap rokok, istirahat yang cukup, dan rajin berolahraga minimal 30 menit setiap harinya.

"Selain olahraga rutin juga melakukan pengelolaan stres. Ini salah satu upaya," imbuh Lily.

Sementara itu Dr Pascal Lanuois dari WHO menambahkan penyakit tidak menular masih menjadi persoalan serius di tingkat dunia. Beban penyakit ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

"Prevalensi penyakit tidak menular terus mengalami peningkatan setiap tahunnya," ujarnya.

Menurut dia, berdasarkan data WHO tahun 2012 terdapat sekitar 38 juta orang meninggal akibat penyakit tidak menular dari total 56 juta orang yang meninggal di tahun tersebut. Kematian tersebut terkait penyakit tidak menular. Sebagian besar dikarenakan kanker, penyakit kardiovasular, penyakit pernapasan kronis, serta diabetes.

"Sekitar 82 persen kematian terkait penyakit tidak menular akibat penyakit kanker, kardiovaskular, pernafasan kronis, dan diabetes," ucap Lanuois. (dth/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru