Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Orangtua Perlu Deteksi Dini Alergi Pada Anak

* Anak dengan Orangtua Miliki Riwayat Alergi, Memiliki Resiko Alergi 40 %- 60 %
- Minggu, 20 Maret 2016 19:57 WIB
428 view
Medan (SIB)- Untuk mengoptimalisasi tumbuh kembang anak dan pencegahan dampak jangka panjang maka orangtua perlu sejak dini mendeteksi alergi pada anak, khususnya bayi mereka.

Sebab anak dengan alergi, terutama dari makanannya lebih sering mengalami gangguan terlebih pada asupan makanannya. Tapi kalau diberi asupan gizi yang baik maka pertumbuhannya bisa lebih optimal.

Hal itu terungkap pada diskusi "Early Life Nutrition" berthema "Dasar-dasar dan pedoman praktis optimalisasi tumbuh kembang anak dengan  alergi protein susu sapi" yang digelar  Sarihusada bertajuk "Ayo Melek Gizi" Nutri Talk di JW Marriot Medan, Senin (14/3).

Tampil dua pembicara ahli yakni Konsultan Alergi Imunologi Anak dari RSCM Jakarta DR Dr Zakiudin Munasir SpA(K) dan Dr Bernie Endyarnie Medise SpA(K) MPH, konsultan tumbuh kembang anak RSCM Jakarta.        

Acara itu dibuka Arif Mujahidin, Corporate Affairs Head Sarihusada yang menyebut ajang  "Nutritalk" mengundang para ahlinya langsung dengan tema  "ibu dan anak" serta tema tentang alergi.

Dikatakan, betapa pentingnya gizi dan anak. Kalau dibiarkan gizinya, maka tumbuh kembang anak terganggu.

Ia  menjelaskan Nutritalk kali ini membahas mengenai pentingnya menyadari faktor resiko alergi pada anak, mengenai gejala-gejala alergi, memahami cara penanganan alergi dan menyadari peran penting nutrisi yang tepat di awal kehidupan bagi optimalisasi tumbuh kembang anak dengan alergi protein susu sapi.

Ia mengatakan, orangtua disarankan untuk mempunyai kartu deteksi dini UKK alergi imunologi yang diterbitkan oleh dokter anak Indonesia.

"Kartu yang memuat nilai resiko keluarga pada ayah ibu dan saudara kandung ini dapat membantu orangtua untuk menghitung resiko alergi pada anak, sehingga penanganan alergi dapat dilakukan sedini mungkin dan sekomprehensif mungkin," katanya.

DR Dr Zakiudin Munasir, SpA(K) mengatakan, anak-anak dengan faktor resiko alergi protein susu sapi memerlukan upaya penanganan sejak dini untuk optimalisasi tumbuh kembang anak dan pencegahan dampak jangka panjang. Upaya penanganan tersebut adalah mengukur faktor resiko yang dimiliki anak, mengenali gejala-gejala alergi dibutuhkan penanganan alergi protein susu sapi yang tepat berupa pemberian nutrisi dengan indikasi  tepat yang dapat menekan tingkat alergi dan dapat memenuhi semua zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak.

Menurutnya, anak-anak dengan kedua orangtua memiliki riwayat alergi, memiliki resiko alergi sebesar 40 % hingga 60 %.  Resiko ini lebih besar lagi pada anak- anak yang orangtuanya  memiliki riwayat alergi dan manifestasi sama yaitu sebesar 60 % hingga 80 %

"Untuk anak-anak dengan resiko tinggi alergi karena riwayat orangtua, diperlukan pengawasan yang lebih intens untuk memastikan tumbuh kembang anak yang optimal," katanya.

Disebutnya, orangtua dengan riwayat alergi dianjurkan untuk mengukur resiko alergi yang dimiliki anak. Anak dengan salah satu orangtua memiliki riwayat alergi beresiko mengalami alergi sebesar 20 % hingga 30 %.

"Jika saudara memiliki riwayat alergi, anak beresiko mengalami alergi sebesar 25 % hingga 30 %. Bahkan anak dengan orangtua yang tidak memiliki riwayat alergipun, beresiko mengalami alergi sebesar 5 %  hingga 15 %," katanya.

Sebesar apapun resiko alergi yang dimiliki anak, penanganan sedini mungkin perlu ditempuh sehingga anak terhindar dari dampak jangka panjang alergi. Jika resiko sudah disadari, orangtua perlu mengenali gejala-gejala klinis alergi. "Hal ini penting, karena alergi protein susu sapi tidak memiliki gejala yang spesifik dan sulit dideteksi. Dengan mengenali gejala alergi, pemberian nutrisi yang tepat dapat dilakukan sehingga tumbuh kembang anak tidak terhambat," ujarnya.

Dr Berney Endyarnie Medise SpA(K) MPH, pakar nutrisi  mengatakan nutrisi merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam tumbuh kembang anak, selain genetik dan lingkungan. Nutrisi yang tepat, lengkap, serta menjadi dasar bagi tumbuh kembang yang optimal seorang anak adalah asi, makanan pendamping asi dan makanan seimbang.

Alergi protein susu sapi merupakan salah satu bentuk alergi makanan. Anak dengan alergi makanan lebih resiko mengalami gangguan pertumbuhan yang berhubungan dengan gangguan asupan makanan. Jika dilakukan intervensi nutrisi yang tepat dan dipantau dengan baik, anak dengan alergi dapat tetap tumbuh dan kembang secara optimal. (A2/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru