Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Peringati Hari TB, Menkes Singgung Hubungan Penyakit dan Kesejahteraan

- Minggu, 10 April 2016 18:10 WIB
333 view
Peringati Hari TB, Menkes Singgung Hubungan Penyakit dan Kesejahteraan
Jakarta (SIB)- Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek SpM(K) mengikuti peringatan Hari Tuberkulosis (TB) di rumah susun Marunda, Jakarta Utara. Dalam kesempatan ini, Menkes Nila menyinggung hubungan antara kesejahteraan penduduk dengan risiko penyakit.

Dikatakan Menkes, pada awalnya TB merupakan penyakit berbahaya dan tak tertangani. Namun seiring meningkatnya kesejahteraan penduduk, risiko terserang penyakit menular berbahaya seperti TB semakin berkurang.

"Dalam sejarahnya, TB dulu sempat sangat mematikan di Eropa. Tapi setelah revolusi industri dan kesejahteraan meningkat, mereka makin concern dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Kasus TB pun berkurang," tutur Menkes Nila dalam peringatan Hari TB di Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (2/4).

TB merupakan penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan. Di kawasan kumuh dan miskin, TB rentan menular karena buruknya sistem sanitasi dan kesehatan lingkungan sekitar.

Menkes mengambil contoh kawasan Kalijodo yang baru-baru ini ditertibkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama. Dikatakan Menkes, kawasan Kalijodo yang kumuh dan rawan prostitusi dapat meningkatkan risiko penularan penyakit seperti TB dan juga HIV.

Menkes Nila menghadiri peringatan hari TB di rumah susun Marunda, Jakarta Utara.

"Kalau sebelumnya Bapak Gubernur sempat cek ke sana, hampir seluruh penduduknya kena TB dan HIV. Maka dari itu betul sekali pengaturan ulang tata ruang kota sangat diperlukan untuk pembangunan kesehatan," tambahnya.

Ahok yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengamini pernyataan Menkes. Ia mengatakan penyakit menular seperti TB dan HIV sangat dipengaruhi oleh kawasan tempat tinggal. Itu sebabnya kegiatan preventif dan promotif sangat penting dilakukan.

"Satu orang kena TB bisa menularkan hingga 10 orang. Apalagi jika sudah kena HIV, daya tahan tubuh mereka buruk sehingga orang bisa meninggal lebih cepat jika kena TB dan juga HIV," tuturnya.

"Karena itu ini harus kita perangi bersama. Kita dorong masyarakat untuk berobat. Tinggal Bu Menteri suruh kita lakukan apa saja kita siap," tegas Ahok.
Langkah Kemenkes

Kementerian Kesehatan menargetkan Indonesia berhasil mengeliminasi penyakit tuberkulosis (TB) pada tahun 2035. Untuk itu, skrining massal akan semakin sering dilakukan.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr H M Subuh MPPM, mengaku optimis target tersebut bisa tercapai. Kemenkes akan lebih sering melakukan skrining dini dengan cara mendatangi rumah dan perkampungan warga.

"Target kita eliminasi tahun 2035, artinya kasus TB kurang dari 1 per 100.000 penduduk. Untuk itu penemuan kasus secara proaktif harus kita lakukan. Tidak menunggu orang periksa tapi kita turun ke lapangan memeriksa orang-orang," tutur dr Subuh dalam acara Hari TB di Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, seperti ditulis pada Minggu (3/4).

Dijelaskan dr Subuh, program Temukan dan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (Toss TB) merupakan langkah awal untuk meningkatkan temuan kasus. Selain skrining, program Toss TB juga memastikan pasien memiliki pendamping untuk menjaga kedisiplinan minum obat.

dr Subuh menyebut tahun ini sudah ada 4 juta orang yang dilakukan skrining. Dengan begitu, dr Subuh berharap dapat menemukan lebih banyak kasus TB dan masyarakat yang menjalani pengobatan.

"Toss TB ini diharapkan dapat membongkar gunung es. Dari 4 juta itu yang positif ditemukan sekitar 8 sampai 10 persen," tambahnya.

Saat ini, pasien TB di Indonesia berjumlah kurang lebih 400 ribu orang. 6.200 di antaranya merupakan pasien multi-drug resistance (MDR-TB) yang membutuhkan pengobatan khusus.

"Dengan program Toss TB diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk skrining dan berobat. Diharapkan tahun 2035 kita bisa eliminasi TB dan 2050 sudah benar-benar bebas," tutupnya. (detikhealth/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru