Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Studi: Vitamin D Mampu Perbaiki Jantung yang Rusak

- Minggu, 10 April 2016 18:12 WIB
482 view
Jakarta (SIB)- Sebuah tes yang dilakukan pada 163 pasien gagal jantung menemukan bahwa suplemen vitamin D ternyata mampu meningkatkan kemampuan jantung mereka untuk memompa darah. Tim dari The Leeds Teaching Hospitals mendeskripsikan temuan ini sebagai sesuatu yang "menakjubkan".

Vitamin D sendiri diproduksi secara alami oleh tubuh ketika kulit terpapar cahaya matahari dan penting untuk kesehatan tulang dan gigi karena berperan besar dalam penyerapan kalsium. Sayang, sebagian orang rawan mengalami defesiensi vitamin D akibat jarang menghabiskan waktu di luar ruangan.
Kardiolog dr Klaus Witte mengatakan pada orangtua khususnya minim paparan sinar ini bisa lebih bermasalah lagi. Kemampuan tubuh mereka untuk memproduksi vitamin D turun dam akibatnya banyak orang ditemukan alami defesiensi vitamin bahkan di musim panas.

"Para orangtua dari awalnya memang sedikit menghabiskan waktu di luar, tapi kemampuan kulit untuk membuat vitamin D juga akan semakin tak efektif seiring usia dan kami belum mengerti alasan kenapa ini bisa terjadi," kata dr Witte seperti dikutip dari BBC, Selasa (5/4).

Di dalam tes para partisipan yang berusia rata-rata 70 tahun diberikan vitamin D setiap hari selama setahun dengan dosis 100 mikrogram tiap pemberian. Peneliti lalu membandingkan kemajuan yang terjadi dengan patokan jumlah darah yang dipompa oleh ruang-ruang jantung di tiap degupan.

Hasilnya studi menunjukkan kemampuan rata-rata jantung memompa darah partisipan ada peningkatan dari 26% menjadi 34%. "Ini adalah hasil yang besar, hampir sama besarnya dengan apabila kami menggunakan terapi lain yang lebih mahal, sebuah efek menakjubkan," kata dr Witte.

Hanya saja dr Witte melanjutkan temuan ini bukan berarti juga pasien jantung harus mengonsumsi banyak suplemen vitamin D agar lebih sehat. Perlu studi lebih lanjut dengan bukti lebih kuat agar ilmuan betul-betul yakin terhadap manfaatnya.

Terlebih studi lainnya telah melihat bila terlalu banyak, vitamin D malah berisiko untuk menimbulkan jantung berdetak dengan sangat cepat dan keluar dari ritmenya (atrial fibrilasi). (detikhealth/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru