Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Bukti Terbaru Merokok Merusak Kualitas Sperma

* Perokok yang Doyan Minum Alkohol Lebih Susah Berhenti Merokok
- Senin, 09 Mei 2016 10:23 WIB
650 view
Jakarta (SIB)- Sudah banyak studi dilakukan untuk melihat dampak dari kebiasaan merokok terhadap kesuburan seseorang. Hasilnya hampir semua studi menemukan bahwa memang pria dan wanita, keduanya bisa mendapatkan efek negatif dari rokok.

Studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di American Center for Reproductive Medicine pun berakhir pada kesimpulan yang sama khususnya untuk perokok pria. Dengan membandingkan data dari sekitar 6.000 partisipan dalam 20 studi, peneliti mengatakan pria perokok mempunyai sperma yang lebih sedikit, bergerak lebih jelek, dan lebih banyak cacat dibandingkan sperma dari pria bukan perokok.

Salah satu peneliti, Ashok Agarwal mengatakan seberapa besar pengaruh rokok ini terhadap kualitas sperma belum diketahui pasti. Dampak bisa jadi lebih besar dari yang telah ditemukan karena studi tak mempertimbangkan faktor lain seperti kerusakan genetik pada sperma yang juga disebut bisa terjadi oleh rokok dan memengaruhi kesuburan.

"Kami bisa mengatakan dengan jelas bahwa merokok mengubah kesuburan pria. Oleh karena itu berhenti merokok adalah saran kuat yang harus diberikan pada pasangan yang ingin memperbaiki fertilitasnya," kata Agarwal yang studinya telah dipublikasi di jurnal European Urology seperti dikutip dari Reuters, Senin (2/5).

Urolog Ajay K Nangia dari University of Kansas Hospital and Medical Center menjelaskan hal ini terjadi karena tar dan bahan kimia lain dari rokok bisa memasuki darah lalu beredar memengaruhi air mani dan sperma di dalam testis.

Pada pria muda, kadang diketahui juga kasus rokok menyebabkan disfungsi ereksi.

"Pada beberapa pria bahkan risiko untuk serangan jantung bisa jadi lebih tak penting daripada risiko disfungsi ereksi ini," tutup Nangia.
Lebih Susah Berhenti Merokok

Kaitan antara alkohol dan rokok kini sudah terbukti melalui penelitian. Perokok yang doyan minum alkohol akan lebih sulit berhenti merokok. Kok bisa?
Noah R Gubner dari Center for tobacco Control Research and Education, University of California, San Francisco, mengatakan konsumsi alkohol memengaruhi proses penyerapan nikotin di tubuh. Semakin sering alkohol diminum, proses penyerapan nikotin akan semakin cepat.

"Metabolisme nikotin yang cepat membuat dosisnya harus ditambah. Akibatnya kebutuhan nikotin terus meningkat, yang membuat perokok lebih kecanduan dan sulit berhenti," tutur Gubner, dikutip dari Reuters, Kamis (5/5).

Penelitian Gubner dilakukan kepada 22 orang perokok sekaligus pasien rehabilitasi alkohol di Polandia. Para partisipan dinalisis sampel urinenya untuk mengetahui kandungan alkohol, nikotin dan metabolisme nikotinnya selama 7 minggu.

Hasilnya ditemukan kecepatan metabolisme nikotin melambat seiring berjalannya program detoksifikasi alkohol. Semakin jarang seseorang mengonsumsi alkohol, semakin mudah baginya untuk berhenti.

Peneliti menambahkan bahwa hasil penelitian ini berguna bagi mereka yang ingin berhenti merokok. Meski begitu, perlu diteliti lebih jauh apakah efek yang sama berlaku bagi perokok yang sedang menjalani terapi penggantian nikotin.

"Jika Anda ingin sembuh dari kecanduan merokok dan alkohol, maka harus dilakukan bersamaan. Sinergi keduanya akan memberikan kepuasan yang lebih besar kepada Anda dan mengurangi risiko kekambuhan," tutur Gubner. (detikhealth/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru