Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 16 Mei 2026

6 Fakta Terbaru Soal Ngorok di Tempat Tidur

- Minggu, 14 Agustus 2016 19:03 WIB
869 view
6 Fakta Terbaru Soal Ngorok di Tempat Tidur
Jakarta (SIB)- Ngorok atau mendengkur saat tidur tidak hanya disebabkan oleh rasa lelah yang berlebihan setelah beraktivitas. Ragam penelitian terbaru menyebut ngorok bisa saja merupakan pertanda adanya penyakit.

Pakar mengatakan ngorok dapat membuat kualitas tidur seseorang berkurang. Akibatnya, rasa kantuk berlebih datang di siang hari dan mengganggu produktivitas.

Lalu, apa saja fakta terbaru yang diketahui soal ngorok di tempat tidur? Berikut 6 di antaranya:
1. Disebabkan oleh sleep apnea
Sleep apnea merupakan terganggunya pernapasan karena dinding tenggorokan yang rileks dan menyempit ketika seseorang sedang tidur. Kondisi ini menyebabkan napas berhenti atau tersedak saat tidur.
Penyempitan dinding tenggorokan inilah yang membuat seseorang mendengkur atau ngorok saat tidur.

2. Dialami oleh pasien jantung
Dalam sebuah penelitian, para ilmuwan dari RS Paru Persahabatan memeriksa 70 pasien gagal jantung. Para ilmuwan menggunakan kuesioner Berlin untuk mengidentifikasi kemungkinan Obstructive Sleep Apnea (OSA) pada pasien-pasien tersebut.
"Ditemukan 42 pasien atau 60 persen punya risiko tinggi mengalami OSA," kata Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), salah seorang ilmuwan yang melakukan penelitian tersebut.

3. Umum dialami orang Asia
dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGT dari RS Medistra menyebut orang Asia memang lebih umum tidur mendengkur daripada ras lainnya. Hal ini terjadi karena struktur wajah dan leher orang Asia lebih memungkinkan terjadinya penyumbatan pada saluran napas, yang kemudian memicu ngorok.
"Orang Asia hidungnya kecil, rahangnya kecil. Apalagi yang lehernya pendek, gemuk sedikit pasti ngorok. Kalau orang bule kan hidungnya besar-besar," terangnya.

4. Berbahaya bagi ibu hamil
Ngorok atau mendengkur dialami oleh 20-35 persen ibu hamil, bahkan yang semula tidak pernah ngorok. Diyakini, peningkatan berat badan saat hamil membuat otot pernapasan terdesak sehingga menyempit di bagian tenggorokan lalu berbunyi saat dilewati udara.
Anak yang lahir dari ibu hamil yang mendengkur biasanya saat lahir berbobot kecil. Sang ibu juga rentan mengalami hipertensi.
Selain itu, ngorok saat tidur pada ibu hamil bisa menyebabkan preeklampsia seperti tekanan darah meningkat, terdapat protein di dalam urine, bengkak di bagian tubuh tertentu akibat penumpukan cairan, sakit kepala, pandangan kabur, serta mual dan muntah.

5. Tingkatkan risiko kebutaan
Saat saluran napas tersumbat, tekanan di dalam rongga mata justru berkurang karena henti napas cenderung terjadi pada fase inhaling atau menarik napas, bukan fase exhaling atau buang napas.
Walau begitu, henti napas yang terjadi juga memicu kondisi hipoksia atau kekurangan oksigen yang berdampak pada kerusakan saraf-saraf di dalam bola mata. Kondisi inilah yang menurut para ilmuwan meningkatkan risiko glaukoma yang bisa berujung pada kebutaan.

6. Atasi dengan tidur miring
Dengan mengubah posisi menjadi miring saat tidur, jalur udara menjadi tak terganggu. Posisi miring akan membuat jalur kerongkongan tidak terhambat sehingga mengurangi dengkuran. (detikhealt/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru