Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 16 Mei 2026

Pendarahan Uterus Abnormal, Bisa Jadi Pertanda Adanya Penyakit

- Minggu, 28 Agustus 2016 19:23 WIB
443 view
Pendarahan Uterus Abnormal, Bisa Jadi Pertanda Adanya Penyakit
Jakarta (SIB)- Menstruasi adalah periode rutin yang dialami perempuan usia subur. Namun perlu diperhatikan jika darah menstruasi keluar berlebihan dan periode menstruasi berlangsung lama, bahkan sampai dua pekan lamanya.

Kelainan menstruasi baik dalam hal jumlah maupun lamanya disebut sebagai pendarahan uterus abnormal (PUA). Sebenarnya manifestasi klinisnya bisa berupa pendarahan dalam jumlah yang banyak atau sedikit, serta periode haid yang memanjang ataupun tidak beraturan.

"Normalnya jumlah darah haid yang keluar kurang dari 80 cc atau terjadi selama 4-6 hari," tutur dr Botefilia Budiman, SpOG (K) dalam simposium Penatalaksanaan Terkini Perdarahan Uterus Abnormal dan Infertilitas yang digelar HIFERI (Himpunan Endokrinologi-Reproduksi dan fertilitas Indonesia) Jaya di RSUP Persahabatan, Jalan Persahabatan Raya No 1, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (21/8).

Klasifikasi PUA berdasarkan penyebab pendarahan, berdasarkan International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO), terdapat sembilan kategori utama yang disusun berdasarkan akronim PALM-COEIN. PALM merupakan kelompok kelainan struktur (bentuk anatomi yang berubah) sebagai penyebab PUA. Ini bisa dinilai dari teknik pencitraan maupun dari pemeriksaan hispatologi.

Sementara COEIN adalah kelainan non struktur (bentuk anatomi tidak berubah) yang menjadi penyebab PUA. Karena itu teknik pencitraan maupun pemeriksaan hispatologi tidak bisa menilainya.

"PALM bisa jadi dari Polip, Adenomiosis, Leiomioma, Malignancy dan hyperplasia yaitu kelainan struktur yang bisa dilihat dengan bantuan USG, CT scan dan MRI," sambung dr Botefilia.

Sedangkan COEIN singkatan dari Coagulopathy (gangguan pembekuan darah), Ovulatory dysfunction (gangguan ovulasi), Endometrial (gangguan hemostasis lokal endometrium), latrogenic, dan Not classified (belum ditentukan).

Terkait dengan risiko, dr Botefilia mengatakan bahwa pendarahan abnormal dapat menyebabkan kondisi tubuh tidak optimal. "Fungsi darah kan mengantar oksigen ke seluruh tubuh. Nah, kalau anemia tentunya organ-organ tubuhnya yang rusak, selnya tidak mendapat suplai oksigen yang cukup," ucap dr Botefilia.

Risiko lainnya, sambungnya, adalah keganasan atau kanker. Baik PALM maupun COEIN dapat menyebabkan gangguan infertilitas.

"Jadi pendarahan ini bisa menjadi sign atau tanda atas adanya penyakit," imbuh dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu. (detikHealth/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru