Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 16 Mei 2026

Bolehkah Pasien Kanker Payudara Tak Makan Daging

- Minggu, 19 Maret 2017 16:58 WIB
531 view
Jakarta (SIB)- Mengonsumsi makanan dapat memenuhi kebutuhan tubuh sehingga menyehatkan. Namun, benarkah pasien kanker payudara tidak boleh mengonsumsi daging?

Terkait hal ini, Prof Dr dr Arry Harryanto Reksodiputro, SpPD-KHOM mengatakan pasien kanker payudara boleh mengonsumsi makanan apa saja termasuk daging. Sebab tubuh pasien kanker payudara sangat membutuhkan nutrisi termasuk protein dalam daging.

"Daging kan mengandung lemak dan protein. Nah, itu bermanfaat bagi tubuh tapi nggak bagi kanker jadi nggak benar ya kabarnya," kata Prof Arry di sela-sela acara Beban Kanker Payudara Terus Meningkat oleh Roche di Le Meridien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (15/3).

Prof Arry menjelaskan, tubuh pasien kanker payudara memiliki daya tahan tubuh yang rendah sehingga rentan terserang infeksi. Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi terutama bagi daging sangat dibutuhkan.

Nah, dengan pemenuhan nutrisi dalam tubuh, sel kanker dalam tubuh dapat dihancurkan oleh antibodi. Pasalnya, hanya antibodi diri sendiri yang dapat menghancurkan sel kanker tersebut.

"Makanya kanker sering menyerang orang tua kan? Karena pada anak muda kandungan antibodinya masih banyak," sambung Prof Arry.
Selain itu, guna meningkatkan antibodi, Prof Arry mengatakan untuk selalu berolahraga karena dengan olahraga sirkulasi darah dapat berjalan dengan baik. Sehingga penyerapan nutrisi untuk antibodi juga berkembang dengan baik.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, dr Bob Andinata SpB(K) Onk mengatakan yang perlu dikhawatirkan mengenai konsumsi makanan adalah kejadian obesitas. Sebab, kandungan lemak yang terdapat pada wanita yang telah menopause bisa memicu sel kanker.

"Lemak di bawah kulit diubah oleh enzim aromatase menjadi bentuk estrogen sehingga bisa memicu kanker payudara. Jadi itu berasal dari lemak yang tidak terbakar dalam tubuh," pungkas dr Bob. (detikHealth/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru