Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 16 Mei 2026

Diabetes Tidak Terkendali Bisa Picu Kematian Mendadak

- Minggu, 09 April 2017 22:55 WIB
938 view
Surabaya (SIB)- Seseorang yang terlanjur mengidap diabetes memang tidak dapat disembuhkan. Peringatan ini seharusnya membuat orang gentar dan terdorong untuk melakukan pencegahan.

Terbukti dari pasien terdiagnosis dan yang tidak, jumlahnya hampir sama. dr Soewarno, SpPD dari RSAL Dr Ramelan menegaskan, di Indonesia, jumlah penyandang diabetes yang terdiagnosis hanya berkisar 50 persen.

"Berarti sisanya tidak tahu. Tahu-tahu datang ke rumah sakit sudah komplikasi berat," ungkapnya dalam Seminar Hidup Sehat Bersama Diabetes di Gedung Serba Guna RSAL Dr Ramelan Surabaya, Kamis (23/2).

Ditambahkan dr Soewarno, dari 50 persen tersebut, hanya dua-pertiga saja yang berobat, dan yang berhasil dikendalikan hanya sepertiganya saja.

Selain ketidaktahuan, gaya hidup ditengarai menjadi faktor risiko yang mengakibatkan peningkatan kasus diabetes di Indonesia menjadi tak terhindarkan.

Menurut dr Soewarno, dari beberapa jenis diabetes, secara umum, diabetes yang paling banyak ditemui di masyarakat adalah diabetes tipe 2, yaitu yang diakibatkan oleh pola hidup tak sehat.

"Bahkan lebih banyak diabetes dari gaya hidup daripada yang keturunan," tandasnya.
Persoalannya, ketika diabetes menjadi tidak terkendali, maka kondisi ini akan mempercepat timbulnya komplikasi, baik komplikasi yang sifatnya akut maupun kronis.

Contoh komplikasi akut adalah ketika gula darah pasien terlalu rendah atau tinggi sehingga darahnya menjadi asam, dan kondisi ini ternyata dapat memicu kematian secara mendadak.

"Untuk komplikasi kronis, biarpun lambat tetapi pasti terjadi. Seperti ketika gula dalam darah merusak dinding pembuluh darah, bisa yang besar maupun yang kecil," paparnya.

Kerusakan pembuluh darah kecil dicontohkan bisa terjadi pada pembuluh darah mata yang kemudian memicu retinopati dan kebutaan, atau pada pembuluh kapiler jantung yang dapat menyebabkan lemah atau gagal jantung.

"Kalau pada pembuluh darah besar jantung efeknya bisa jantung koroner atau kalau ke otak stroke," imbuhnya.

Rentan
Komplikasi diabetes tidak hanya bisa menyerang ginjal, namun juga organ tubuh lainnya. Dikutip dari WebMD, berikut 5 di antaranya:
1. Mata
Sekitar 30 persen pasien diabetes memiliki komplikasi ke mata dan membuat seseorang mengalami gangguan penglihatan seperti kabur, ada bintik hitam atau sering melihat cahaya putih.

Kondisi di atas merupakan gejala dari diabetic retinopathy, gangguan pada bola mata akibat tingginya kadar gula darah.

Jika tak ditangani, diabetic retinopathy dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

2. Kaki dan kulit
Hampir 60 persen pasien diabetes mengalami amputasi di kaki. Hal ini terjadi bukan tanpa sebab. Kadar gula darah yang tinggi karena diabetes berisiko mematikan saraf di kulit, yang mengakibatkan hilangnya indera peraba.

Pengidap diabetes bisa saja mengalami luka kecil namun berkembang menjadi borok yang besar karena tidak ditangani. Selain itu, kadar gula yang tinggi juga menyebabkan infeksi lebih mudah menyerang dan luka luar sulit sembuh.

3. Jantung dan pembuluh darah
Tingginya gula darah dpat menyebabkan pembuluh darah tersumbat, dan berujung pada serangan stroke. Hal ini terjadi pada kurang lebih 23 persen pasien diabetes.

Penyumbatan yang terjadi di pembuluh darah juga dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung.
Gangguan pembuluh darah juga bisa menyebabkan pasien diabetes melitus kehilangan kemampuan ereksi.

4. Telinga
Sama seperti mata, gula darah tinggi juga dapat mengganggu telinga. Gula darah yang terlalu tinggi bisa membuat telinga berdenging karena saraf mengalami gangguan.
Jika tak diobati dan gula darah tak dikontrol, pasien diabetes bisa benar-benar kehilangan pendengaran.

5. Ginjal
Sekitar 15 persen pasien diabetes mengalami komplikasi ginjal. Komplikasi ginjal yang dialami pasien diabetes bisa membuat seseorang mengalami gagal ginjal dan harus cuci darah.

Yang lebih parah, komplikasi ginjal tidak terdeteksi hingga stadiumnya sudah sangat lanjut.

Beberapa gejala yang harus diperhatikan antara lain sering buang air kecil dan kaki yang terlihat membengkak. (detikhealth/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru