Kata Psoriasis- berasal dari bahasa Yunani, psora yang berarti gatal dan sis yang berarti kondisi/keadaan, kondisi atau keadaan yang gatal. Sekarang ini kasus psoriasis makin sering dijumpai. Meskipun penyakit ini tidak menyebabkan kematian, psoriasis sendiri merupakan momok bagi sebagian besar orang yang menderita penyakit tersebut. dikarenakan psoriasis sangat mengganggu dalam hal estetik karena bentuk dan sifatnya sangat khas yaitu bercak kemerahan berbatas tegas dengan ciri yang sangat khas yaitu seperti kulit yang menebal bersisik dan berlapis-lapis.
Sehingga tak jarang orang yang mengalami gangguan emosional, depresi, menutup diri, merasa dikucilkan, dan bahkan ada yang memilih jalan untuk bunuh diri.
Insiden tertinggi penyakit psoriasis adalah di Eropa yaitu di Denmark(2.9%) dan di Pulau Faeroe (2.8%). Yang kedua di Amerika Serikat(1-2%).
Di Asia sendiri kasus psoriasis termasuk rendah yaitu sekitar 0,4%. Dan yang paling jarang adalah bangsa berkulit hitam. Penyakit psoriasis ini sedikit lebih banyak di Pria daripada wanita. psoriasis terdapat pada semua usia, tetapi umumnya pada orang dewasa.
Psoriasis adalah penyakit peradangan kulit kronis, dengan faktor diturunkan yang kuat. Ditandai dengan perubahan yang komplek pada pertumbuhan epidermal (lapisan kulit), diferensiasi, berbagai biokimia, imunologi, dan pembuluh darah yang abnormal.
Walaupun psoriasis ini sendiri masih belum diketahui dengan jelas penyebabnya, tetapi para peneliti meyakini faktor Genetik dan Imunology berperan dalam penyakit psoriasis. Faktor genetik psoriasis tersebut berkaitan dengan HLA (human leucocyte antigen) adalah antigen yang diproduksi gen HLA di kromosom 6.
Hal tersebut tidak akan dibahas lebih lanjut. Sehingga diadakan sebuah studi bahwa akan beresiko terkena psoriasis mencapai 41% jika kedua orang tua menderita psoriasis, 14% jika salah satu orang tua menderita psoriasis, 6% jika salah satu saudara kandung menderita psoriasis, dan 2% jika kedua orang tua dan saudara kandung tidak menderita psoriasis. Lalu yang kedua adalah gangguan sistem autoimun. Hal tersebut diperankan oleh sel Limfosit T, sel Langerhan, dan sel keratinosit. Sehingga mengakibatkan pelebaran pembuluh darah kapiler dan menjadi berliku-liku, peningkatan bermacam-macam sel pada kulit sehingga mengaktifkan sistem peradangan, terjadi penebalan pada kulit, dan terkadang gatal. Sehingga gambaran pada kulit adalah kulit ditandai dengan bercak-bercak kemerahan yang berbatas tegas yang meninggi dengan sisik-sisik kulit yang kasar, berlapis-lapis berwarna putih seperti mika dan transparan.
Ada sebagian penderita yang mengeluh gatal. Bercak-bercak berlapis-lapis itu dikarenakan pertumbuhan kulit yang abnormal dimana pembentukan epidermis dalam keadaan normal membutuhkan waktu 25-29 hari, tetapi pada psoriasis pembentukan epidermis hanya 3-4 hari.
Tempat yang paling sering terkena psoriasis adalah pada kepala, anggota gerak bagian luar terutama siku serta lutut, dan area pinggang belakang.
Ciri–ciri lain yang sangat khas pada penyakit psoriasis adalah ditemukanannya fenomena tetesan lilin, Auspitz, dan Kobner.
Fenomena tetesan lilin adalah sisik dari kulit yang berubah warnanya menjadi putih seperti goresan seperti pada lilin yang digores.
Fenomena Auspitz adalah tampak terjadi perdarahan ringan atau bintik-bintik perdarahan jika sisik kulit tersebut dikerok, dan ini hanya dilakukan oleh ahlinya. Lalu yang ketiga adalah fenomena kobner. Fenomena kobner tidaklah khas pada penderita psoriasis karena hanya kira-kira 47% yang positif.
Fenomena kobner adalah munculnya Psoriasis pada kulit atau bagian tubuh yang dipicu oleh sebab trauma, misalnya garukan, trauma tumpul, dan bisa juga karena paparan sinar matahari yang kuat. Proses fenomena kobner tersebut berkisar dari 2-3 minggu teritung dari paparan pertama trauma.
Psoriasis sendiri dibagi menjadi 2, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 untuk usia terjangkit pertama kali dibawah 40 tahun dan bersifat familial.
Dan tipe 2 untuk usia diatas 40 tahun dan bersifat non familial. Tetapi tidak ada penelitian yang membedakan respon dan jenis pengobatan baik tipe 1 dan tipe 2. Sangat berguna untuk menentukan usia ketika pertama timbul psoriasis dan ada tidaknya faktor keluarga yang menderita psoriasis. Terkena psoriasis pada usia muda serta positif pada keluarga terkena psoriasis berhubungan dengan luasnya lesi psoriasis dan seringnya kambuh pada penyakit tersebut.
Terdapat berbagai bentuk klinis psoriasis, di antaranya adalah;
* Psoriasis Vulgaris, yaitu bentuk psoriasis yang paling sering, sekitar 90% dari semua jenis psoriasis. Ciri-cirinya berbentuk plak-plak yang terletak di sekitar kepala, anggota gerak (lutut dan siku), pantat, pinggang belakang, dan area genital.
* Psoriasis Gutata, yaitu psoriasis yang disebabkan karena infeksi kuman streptococcus pada tenggorokan misalnya tonsilitis.
Timbul mendadak dan berdiameter (0,5-1,5 cm). Pundak adalah tempat tersering.
* Psoriasis Inversa, yaitu psoriasis yang berlokasi pada area lipatan seperti ketiak, lipatan paha atas, lipatan payudara, dan leher.
Ciri-cirinya sedikit bersisik/tidak ada dan hanya kemerahan sedikit mengkilap.
* Psoriasis Eritroderma, yaitu psoriasis yang bersifat generalisata ditandai dengan merah seluruh badan dengan sisik yang tidak tebal seperti psoriasis lainnya. Psoriasis tipe ini disebabkan oleh pengobatan topikal yang terlalu kuat.
* Psoriasis Seboroik, yaitu gabungan antara psoriasis dan Ekzim Seboroik, sisik biasanya kering dan agak berminyak serta lunak pada kepala, area sekitar mulut serta lipatannya, dan area lipatan sekitar kepala lainnya.
* Psoriasis Pustulosa, yaitu Bentuk psoriasis berupa pustul-pustul kecil-kecil. Dibagi menjadi 2, yaitu psoriasis Barber pada telapak tangan dan telapak kaki. Dan psoriasis generalisata akut yaitu mengenai seluruh badan.
* Psoriasis Arthritis, sekitar 40% penderita psoriasis dapat bermanifest menjadi randang sendi. Penderita akan merasakan nyeri pada persendiannya. Psoriasis ini diduga kuat bersifat diturunkan.
Meskipun psoriasis sulit untuk dicegah, tetapi langkah-langkah ini dapat meminimalkan kambuhnya psoriasis;
* Hindari konsumsi alkohol karena dapat menurunkan keefektivitasan terapi psoriasis.
Menghindari merokok karena merokok akan meningkatkan ratio psoriasis. Hindari terjadinya trauma seperti goresan, trauma tumpul atau tajam.
* Menjaga berat badan, obesitas sering bermanifest menjadi psoriasis yang berat.
* Mandi setiap hari membantu menghilangkan sisik dan menyejukkan kulit yang meradang.
Hindari air panas dan sabun kasar, karena dapat memperburuk gejala. Gunakan air hangat dan sabun ringan yang telah ditambahkan minyak dan lemak
* Hindari paparan sinar matahari yang terlalu banyak karena dapat memperburuk lesi dan dapat menimbulkan lesi baru.
Sebaliknya paparkan seminimal mungkin sinar matahari ke kulit, jumlah sinar matahari yang terkontrol dapat menyembuhkan kulit.
Dan pastikan menggunakan tabir surya minimal 15 SPF.
* Gunakan krim atau salep yang mengandung hidrokortison atau asam salisilat untuk mengurangi gatal dan pengelupasan.
Jika pada kepala dapat dicoba shampoo yang mengandung tar batubara. Ikuti petunjuk pemakaian.
Terapi psoriasis sendiri dibagi menjadi 2, yaitu topikal, sistemik, dan penyinaran. Untuk topikal terdapat macam-macam obat diantara lainnya steroid, athralin, calcineurin inhibitor, calcipotriol, dll.
Yang paling umum digunakan adalah bahan yang mengandung Steroid karena mudah didapat dan bersifat antiinflamasi dan dapat menekan sel-sel yang dapat memperparah psoriasis, tetapi harus sesuai dengan petunjuk dokter karena efek sampingnya yang dapat membuat atrofi otot. Untuk sistemik antara lain obat sitostatik, DDS, asitretin, dll.
Obat tersebut harus sesuai dengan petunjuk dokter karena dapat berbahaya untuk organ dalam jika tidak sesuai dosis. Terlebih dapat menyebabkan gangguan hati dan darah. Dan terakhir adalah terapi penyinaran dengan UVB/PUVA
Psoriasis adalah penyakit yang kronis, hilang, dan kambuh.
Terlebih jika ada pemicu yang mendasarinya. Di antaranya stres, infeksi, trauma, gangguan metabolik obat, alkohol, dan juga merokok.
Butuh perhatian khusus untuk menekan pertumbuhan psoriasis. Segeralah ke dokter yang ahli dalam bidang kulit untuk menangani problem tersebut.
(d)