Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 Juli 2026

Gastroenteritis Jadi Penyakit Rawat Inap Terbanyak di RSU Haji Medan Selama Lima Bulan

Leo Bastari Bukit - Selasa, 07 Juli 2026 16:30 WIB
101 view
Gastroenteritis Jadi Penyakit Rawat Inap Terbanyak di RSU Haji Medan Selama Lima Bulan
Foto Dok/Leo Bukit
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan drg Fitrady Ulianda Siregar MKes.

Medan(harianSIB.com)

Gastroenteritis atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai muntaber (flu perut) menjadi penyakit yang paling banyak ditangani di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan drg Fitrady Ulianda Siregar MKes mengungkapkan selama lima bulan pertama tahun ini tercatat sebanyak 113 pasien menjalani perawatan akibat gastroenteritis.

"Jumlah pasien rawat inap penyakit muntaber di RSU Haji sudah mencapai 113 kasus dalam periode Januari sampai Mei 2026," kata Ulianda kepada Forwakes Sumut, Selasa (7/7/2026).

Selain gastroenteritis, penyakit jantung aterosklerosis (Atherosclerotic Heart Disease) menjadi diagnosis rawat inap terbanyak kedua dengan 69 kasus.

Selanjutnya, demam tifoid tercatat sebanyak 65 kasus, dispepsia 56 kasus, serta stroke iskemik (cerebral infarction) sebanyak 42 kasus.

Ulianda mengatakan, rumah sakit juga menangani 39 pasien rawat inap dengan diagnosis angina tidak stabil dan 30 pasien pneumonia selama periode tersebut.

Sementara itu, penyakit spondilosis lumbal atau pengapuran tulang belakang tercatat sebanyak 27 kasus. Jumlah yang sama juga ditemukan pada pasien gagal jantung kongestif maupun pasien yang mengalami nyeri perut yang penyebabnya belum dapat dipastikan.

Data tersebut menunjukkan bahwa penyakit saluran pencernaan masih mendominasi kasus rawat inap di RSU Haji Medan, diikuti penyakit jantung, infeksi, serta gangguan saraf yang turut menjadi beban pelayanan kesehatan selama lima bulan pertama tahun 2026. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru