Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Faktor Sosial Ternyata Berpengaruh Terhadap Risiko Penyakit Jantung

- Minggu, 09 Agustus 2015 13:41 WIB
215 view
Faktor Sosial Ternyata Berpengaruh Terhadap Risiko Penyakit Jantung
Jakarta (SIB)- Faktor risiko penyakit jantung seperti kebanyakan penyakit kardiovaskular lainnya, biasanya terletak di gaya hidup. Gaya hidup tidak sehat ditambah kebiasaan makan sembarangan dan merokok menjadi faktor risiko paling penting.

Penelitian terbaru yang diterbitkan jurnal Circulation mengatakan bahwa sebagian besar faktor risiko internal penyakit jantung bisa dicegah. Perhatian seharusnya diberikan lebih banyak kepada faktor risiko sosial seperti ras, edukasi dan lingkungan tempat tinggal.

"Kami menemukan bahwa variabel sosial seperti edukasi, ras dan di mana Anda tinggal memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan, termasuk kesehatan jantung," tutur Dr Clyde Yancy, pakar kardiologi dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, Chicago, seperti dilansir Reuters, Selasa (4/8).

Dr Yancy mengatakan bahwa American Heart Association (AHA) mengklaim kematian akibat penyakit jantung berkurang sejak tahun 1970-an. Padahal menurut studi yang dilakukan Dr Yancy, tidak semua kelompok mengalami penurunan ini.

Penduduk keturunan Afrika-Amerika yang tinggal di daerah kumuh contohnya, memiliki kenaikan pasien penyakit jantung. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya polusi udara di daerah tempat tinggal mereka.

Hal senada juga terjadi pada kelompok etnis Hispanik. Mereka yang rata-rata memiliki pekerjaan sebagai buruh dan edukasi rendah tetap berisiko tinggi terserang penyakit jantung akibat tidak adanya upaya preventif yang dilakukan.

"Tidak semua orang mendapat manfaat dari upaya preventif dan promotif yang dilakukan. Orang-orang dari golongan menengah ke bawah tetap saja harus membayar mahal untuk operasi jantung," ungkap Dr Yancy lagi.

Karena itu ia meminta kepada AHA untuk tidak lagi memisahkan faktor risiko penyakit jantung berdasarkan kelompok bisa diubah dan tidak bisa diubah. Faktor genetik merupakan faktor risiko yang tidak bisa diubah sementara gaya hidup merupakan faktor yang bisa diubah.

"Harus ada aspek sosial dalam pengklasifikasian kelompok risiko penyakit jantung. Jika tidak dilakukan, maka penyakit jantung akan menjadi beban biaya yang akan merusak, bahkan menghancurkan, sistem kesehatan kita," pungkasnya. (detikHealth/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru