Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Bisa Terkontaminasi Berbagai Macam Zat, Selalu Perhatikan Kehigienisan Air

- Minggu, 30 Agustus 2015 15:04 WIB
586 view
Bisa Terkontaminasi Berbagai Macam Zat, Selalu Perhatikan Kehigienisan Air
Jakarta (SIB)- Air memang penting untuk tubuh. Tapi, patut diingat jika air diperoleh dan bersinggungan dengan lingkungan. Sehingga, banyak kandungan air yang tidak diketahui. Untuk itu kehigienisan air yang digunakan patut diperhatikan.

Sebab, bisa saja air sudah terkontaminasi logam berat, bakteri, atau bahan kimia beracun. Nah, saat air dan agen penyakit masuk ke dalam tubuh, memang tubuh akan melawan tapi bukan tidak mungkin seseorang akan jatuh sakit, demikian dikatakan Pakar Kesehatan Lingkungan dan Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Prof dr Umar Fahmi Achmadi, MPH, PhD.

"Namun, jika logam berat dideposit di organ tubuh misalnya Cd (kadmium-red), di tulang atau ginjal, timbal di gigi, dan beberapa bahan kimia yang berisiko menyebabkan Endocrine Disrupting Compound pada sistem hormonal," terang Prof Umar di sela-sela Konferensi Pers Unilever Pure It di Kembang Goela Resto, Plaza Central, Jakarta, Selasa (25/8).

Untuk itu, Prof Umar menekankan agar masyarakat bisa memilah sumber air yang memang baik. Misalnya bagi warga yang menggunakan air sungai, sudah sepatutnya tidak mencemari sungai dengan berbagai macam limbah, terutama limbah rumah tangga.

Hadir dalam kesempatan sama, pakar air Dr Ir Firdaus Ali, M.Sc yang juga ketua Indonesian Water Institute mengatakan umumnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air, masyarakat akan merebus air kran dan hal itu menurut Firdaus sah-sah saja.

"Ketika direbus, ada kandungan kimia dalam air yang menguap, tapi ada pula yang tidak menguap. Kalau memanaskan air tradisinya untuk membunuh kuman. Kumannya mati memang tapi kimiawinya, belum tentu. Itulah mengapa tidak mudah memastikan air itu aman, prosesnya cukup rumit. Khususnya di Jabodetabek, selama 20 tahun ini kondisi airnya sangat buruk, banyak limbah dibuang sembarangan, hulunya dirusak sehingga pengaruh ke air tanahnya," kata Firdaus.

Sampai saat ini, dikatakan Firdaus Indonesia baru mampu melayani 29% air perpipaan. Diperkirakan, tahun 2030 penduduk Indonesia menjadi 295 juta tapi sayang tidak memiliki sumber air yang cukup. Penyebabnya, permintaan air bertambah hingga persediaan menurun dari sisi kualitas dan kuantitas. Di tahun 2030, ditargetkan 70% penduduk Indonesia bisa mendapat akses air perpipaan meskipun butuh investasi sekitar Rp 322 triliun.

Sementara itu, Mona Majid selaku general manager water business PT Unilever Indonesia mengatakan air bersih layak minum adalah kebutuhan primer dan memegang peranan vital untuk masyarakat. "Untuk itu kami berkomitmen untuk menyediakan solusi bagi masyarakat agar mendapat akses air minum yang higienis," katanya.

Penyebab Ada Air Berbau Besi dan Berwarna Kuning


Dalam keseharian, kerap kali ditemui air tanah yang berbau besi atau bahkan berwarna, misalnya berwarna kekuningan. Nah, kondisi ini berkaitan dengan kandungan pada air yang memang berbeda di tiap daerah.

Dijelaskan pakar air Dr Ir Firdaus Ali, M.Sc, jika air berbau besi, berarti dalam air terkandung mangan yang berlebihan. Maksimal, kandungan mangan yakni 0,3 mg/l. Jika melebihi takaran tersebut, maka akan menimbulkan rasa.

"Selain rasa, yang paling gampang itu bakal timbul noda di porselen karena kan ini zat kimiawi ya," tutur Firdaus usai konferensi pers Unilever Pure It di Kembang Goela Resto, Plaza Central, Jakarta, Selasa (25/8).

Ia menambahkan, bermacam-macam bau yang ditimbulkan air bisa muncul karena pada dasarnya air dari tanah akan melewati berbagai hal misalnya humus atau area bekas rawa. Apalagi, pengolahan air dalam rumah tangga normalnya tidak menggunakan karbon aktif yang bisa menghilangkan zat kimiawi pada air.

Menurut Firdaus, kelebihan mangan lebih banyak menimbulkan masalah estetika yakni timbulnya noda di pakaian, bath tub, dan porselen. Namun, bagaimana jika dikonsumsi?

"Kalau berlebihan memang bisa menyebabkan gangguan pada ginjal. Seperti air yang terlalu tinggi mengandung kalsium dapat mempercepat pembentukan kristal di ginjal," lanjut Firdaus.

Salah satu ciri yang mudah terlihat jika air terlalu banyak mengandung kalsium, yakni akan timbul kerak di alat masak seperti ceret atau panci. (detikhealth/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru