Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Waspadai Cacingan, Kemenkes Berniat Bagikan Obat Cacing Massal

- Minggu, 08 November 2015 16:15 WIB
686 view
Waspadai Cacingan, Kemenkes Berniat Bagikan Obat Cacing Massal
Jakarta (SIB)- Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) tahun 2013 menemukan prevalensi infeksi cacing pada anak-anak di sekolah dasar rata-rata mencapai 28 persen. Angka tersebut menurut World Health Organization (WHO) adalah angka yang masuk kategori sedang.

Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Kementerian Kesehatan, drg Vensya Sitohang, MEpid, mengatakan sesuai panduan maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pemberian obat secara massal. Obat akan diberikan setahun sekali untuk orang-orang di populasi berisiko.

Dijelaskan drg Vensya, pada Oktober lalu telah memberikan obat secara massal untuk filariasis (kaki gajah) ke 241 kabupaten kota yang masih endemis. Nah, obat yang sama juga bisa diberikan untuk mengatasi penyakit cacingan.

"Itu obatnya sama jadi pemberian obat filariasis sekaligus juga menyelesaikan kecacingan," kata drg Vensya pada pencanangan Gerakan Waspada Cacingan di Sasana Griya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (5/11).

"Tapi memang problemnya bagaimana untuk daerah yang tak endemis filariasis tapi ada kasus cacingan. Ini akan jadi sasaran kita, nggak boleh ada yang kelewatan satu kabupaten pun," lanjutnya lagi.

Namun demikian diakui oleh drg Vensya bahwa pemberian obat saja tak cukup. Selama masyarakat masih berperilaku tak bersih maka kasus cacingan akan sulit diberantas.

Edukasi adalah hal yang sangat penting dan drg Vensya berharap bantuan dari elemen-elemen di masyarakat seperti Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk turut aktif mempromosikan perilaku hidup bersih sehat.

"Tak bisa hanya mengandalkan minum obat cacing. Harus terintegrasi dari awal peningkatan kondisi lingkungan dan mengubah perilaku. Mengubah perilaku ini gampang dikatakan tapi sulit melihatnya dalam waktu dekat," pungkas drg Vensya.(dth/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru