Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 05 Agustus 2026

Keluarga Tolak Dugaan Bunuh Diri Winda Lorenza, Minta Kematian Diusut Tuntas

Redaksi - Rabu, 05 Agustus 2026 16:54 WIB
149 view
Keluarga Tolak Dugaan Bunuh Diri Winda Lorenza, Minta Kematian Diusut Tuntas
Foto IG
Jenazah Winda Lorenza Gowasa saat berada di rumah duka.

Medan(harianSIB.com)

Keluarga Winda Lorenza Gowasa meminta kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian Winda yang ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak di Medan, Minggu (2/8/2026). Pihak keluarga menolak anggapan bahwa korban meninggal karena bunuh diri dan menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang perlu diungkap melalui penyelidikan secara transparan.

Dalam keterangan yang diolah redaksi harianSIB.com dari postingan di Instagram, Rabu (5/8/2026), dijelaskan Winda telah berpisah dengan suaminya, Bripka IH, anggota Polsek Medan Sunggal. Menurut keluarga, proses perceraian disebut telah berlangsung tanpa sepengetahuan korban maupun keluarganya.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa setelah merantau ke Jakarta untuk bekerja, Winda kembali ke Medan setelah dibujuk oleh ibu mertuanya dengan harapan dapat rujuk demi masa depan kedua anak mereka.

Namun, pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, ibu kandung korban menerima telepon dari Bripka IH yang mengabarkan bahwa Winda telah meninggal dunia.

Baca Juga:
Menurut pihak keluarga, mereka kemudian terbang ke Medan. Setibanya di Medan, keluarga mengaku tidak langsung diizinkan melihat jenazah yang telah berada di RS Bhayangkara Medan.

"Kami diminta agar jenazah langsung dimakamkan. Namun kami menolak karena menurut adat keluarga, jenazah terlebih dahulu dibawa ke rumah duka," ungkap pihak keluarga.

Keluarga juga mengaku diminta menanggung sendiri biaya pemakaman apabila tetap membawa jenazah ke rumah duka. Meski demikian, keluarga tetap memutuskan membawa jenazah ke rumah sesuai kesepakatan keluarga besar.

Selain itu, keluarga menyampaikan sejumlah hal yang menurut mereka perlu didalami penyidik. Di antaranya adanya luka memar pada tubuh korban, jeda sekitar empat jam sebelum keluarga memperoleh kabar mengenai kematian korban, serta pembatasan akses keluarga untuk melihat jenazah setelah kejadian.

Keluarga juga mempertanyakan kronologi awal yang menyebut korban diduga menggunakan senjata api dinas milik suaminya.

"Kami mohon keadilan karena sejak awal anak kami seolah-olah langsung diframing bunuh diri," ujar pihak keluarga.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang telah disampaikan kepolisian sebelumnya, Bripka IH saat ini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh Satreskrim serta Seksi Propam Polrestabes Medan. Polisi juga mendalami prosedur penyimpanan senjata api dinas yang digunakan dalam peristiwa tersebut.

Secara terpisah Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, kepada wartawan menyebutkan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi utama serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan laboratorium forensik, dan autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

"Kami sudah memeriksa beberapa saksi utama. Pertama adalah saksi dengan inisial IH. Kemudian yang kedua adalah saksi anaknya M sembilan tahun," sebutnya.

"Yang persis, kedua saksi ini yang berada di dalam satu kamar dengan korban sebelum terjadinya kecelakaan, atau insiden bunuh diri tersebut," tambahnya.

Calvijn menjelaskan, sebelum kejadian korban bersama kedua saksi berada di dalam kamar. Tak lama kemudian, saksi IH keluar dari kamar. Saat kembali, ia mendapati hanya anak korban yang masih berada di dalam kamar.

Merasa curiga, lanjut Calvijn, saksi IH kemudian melihat tasnya dalam keadaan terbuka dan mengetahui terdapat senjata api di dalamnya. Brigadir IH selanjutnya memeriksa kamar mandi yang berada di dalam kamar tersebut.

Menurutnya, saksi IH sempat mengetuk pintu kamar mandi dan berusaha membujuk korban agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan dirinya. Anak korban juga ikut mengetuk pintu, namun tidak mendapat respons.

"Terakhir ada ucapan dari korban dengan berkata maafkan saya," tuturnya setelah ucapan itu dari dalam kamar mandi terdengar suara letusan satu kali.

"Polisi kemudian melakukan olah TKP bersama tim Inafis. Dari hasil pemeriksaan ditemukan senjata api di lokasi serta luka tembak pada bagian kepala korban," terang mantan Direktur Narkoba Polda Sumut tersebut.

Selain itu, Calvijn menambahkan, dokter forensik yang melakukan autopsi menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik akibat benda tumpul maupun benda tajam, pada tubuh korban. Luka yang ditemukan hanya luka tembak di bagian kepala.

"Sampai saat ini penyidik masih mendalami latar belakang atau motif yang diduga melatarbelakangi peristiwa itu termasuk menelusuri persoalan pribadi maupun keluarga korban," pungkasnya.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HT Erry Nuradi: Posisi Paslon Jokowi-Maˊruf di Medan Mengkhawatirkan, Ajak Koalisi Kerja Keras
Denai, Helvetia Sama Ingin Juara di Porkot Medan X
Polrestabes Medan Ringkus 2 Pemasok Ekstasi ke Lokasi Hiburan Malam
Ayen Terluka Parah Ditikam OTK di Medan
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Anggota DPRD Medan Minta Jalan Medan Labuhan yang Rusak Segera Diperbaiki
komentar
beritaTerbaru