Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 07 Agustus 2026

Dokter Forensik Polda Sumut: Proyektil Peluru Ditemukan di Bawah Kulit Kepala Korban, Luka Tembak Tempel

Roy Surya D Damanik - Kamis, 06 Agustus 2026 22:45 WIB
121 view
Dokter Forensik Polda Sumut: Proyektil Peluru Ditemukan di Bawah Kulit Kepala Korban, Luka Tembak Tempel
Dokter Forensik Polda Sumut dr Mistar Ritonga

Medan(harianSIB.com)

Dokter Forensik Polda Sumut dr Mistar Ritonga memastikan luka yang ditemukan pada korban merupakan luka tembak tempel. Kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan radiologi sebelum pembedahan.

Dalam keterangannya di Mapolrestabes, Kamis (6/8/2026) dijelaskan bahwa Tim Forensik terlebih dahulu melakukan foto rontgen untuk mengetahui secara pasti posisi proyektil di dalam kepala korban. Langkah tersebut menjadi prosedur penting agar proses autopsi dapat dilakukan secara tepat.

"Sebelum autopsi kami melakukan foto rontgen untuk memastikan posisi proyektil. Setelah diketahui letaknya, baru dilakukan pembukaan jaringan," ujar dr Mistar.

Saat pemeriksaan lanjutnya, tim juga menemukan benjolan di sisi kiri kepala korban. Setelah dilakukan pembedahan, benjolan tersebut dipastikan merupakan lokasi tempat proyektil berhenti setelah menghantam tulang kepala.

Baca Juga:
"Setelah dibuka, ternyata di bawah kulit kepala ditemukan proyektil peluru. Kondisinya sudah mengalami deformasi atau peyot akibat membentur tulang kepala," jelasnya.

Menurut dr Mistar, proyektil tidak mampu menembus keluar karena energinya telah berkurang setelah memecahkan tulang kepala. Akibatnya, anak peluru tertahan di bawah kulit dan tidak keluar dari kepala korban.

"Selain itu, hasil autopsi juga menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Luka yang ditemukan hanya luka tembak serta bekas sayatan yang merupakan bagian dari prosedur autopsi," ungkapnya.

Ia juga meluruskan anggapan mengenai memar di sekitar mata korban. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hematoma akibat pecahnya pembuluh darah, bukan karena pukulan atau benturan.

"Di sekitar mata terdapat banyak percabangan pembuluh darah. Jika salah satunya pecah, darah akan berkumpul dan membentuk hematoma. Itu bukan tanda kekerasan," katanya.

Sementara perubahan warna kebiruan pada tungkai kaki dan jari tangan dipastikan sebagai lebam mayat (livor mortis), yakni proses alamiah setelah seseorang meninggal dunia akibat pengaruh gravitasi terhadap aliran darah. Terkait autopsi, dr Mistar menegaskan pihaknya hanya menjalankan tugas berdasarkan permintaan penyidik untuk kepentingan pembuktian ilmiah dalam proses hukum.

"Hasil autopsi merupakan pemeriksaan ilmiah yang dilakukan sesuai prosedur. Kami bekerja berdasarkan permintaan penyidik untuk membantu mengungkap penyebab kematian secara objektif," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita ditemukan tewas di kediamannya di Komplek Bumi Asri, Blok G, Kota Medan, Minggu (2/8/2026). Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga dan aparat kepolisian yang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Petarung Wanita UFC Marah Harus Telanjang di Timbang Badan
Empat Napi Wanita Narkotika Langkat Ditangkap
Megawati: Ayo Wanita Indonesia Majulah, Jangan Tabu dengan Politik
Studi Ungkap Wanita Nigeria Kembangkan Bisnis dengan WhatsApp
Edarkan Ganja, Wanita Paruh Baya Diringkus Polisi
Terlibat Narkoba, 4 Pria dan 1 Wanita Dibekuk Polisi di Pematangsiantar
komentar
beritaTerbaru