Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 28 September 2026

Polres Karo Ringkus Dua Pelaku Kasus Perampokan yang Menewaskan Seorang Dosen

Theopilus Sinulaki - Senin, 28 September 2026 20:02 WIB
176 view
Polres Karo Ringkus Dua Pelaku Kasus Perampokan yang Menewaskan Seorang Dosen
Foto/Dok/NG
DIRINGKUS : Polres Tanah Karo menembak kedua pelaku saat diringkus di Jalan Jermal XV Medan, Senin (28/9/2026) terkait kasus perampokan yang menewaskan seorang dosen Asprina br Surbakti.

Karo(harianSIB.com)

Kasus perampokan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Indonesia di Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38) berhasil diungkap Polres Karo bersama Polsek Berastagi, Senin (28/9/2026).

Kedua pelaku ditembak karena mencoba melarikan saat diringkus di Jalan Jermal XV, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan. Polres Karo juga berhasil mengamankan mobil Mitsubishi XForce dengan nomor polisi BK 1326 SAD milik korban yang dilaporkan tidak berada di garasi rumah.

Korban ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Je Kesain No. 2C1, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sabtu (26/9). Kedua pelaku sempat bekerja sebagai buruh bangunan tidak jauh dari kediaman korban. Untuk melakukan aksi kejahatannya, kedua pelaku terus memantau aktivitas korban.

Kasi Humas Polres Tanah Karo, AKP Pedoman Maha, Senin (28/9) membenarkan kedua tersangka telah diringkus. "Sabar dulu rekan-rekan pers. Jati diri kedua pelaku belum bisa dirilis. Kalau nanti hasil pemeriksaan sudah selesai akan segera kita rilis. Besok, Selasa (29/9) akan dijadwalkan temu pers atas pengungkapan atas kasus itu, " ungkap Kasi Humas Polres Tanah Karo, AKP Pedoman Maha.

Baca Juga:
Sebagaimana disiarkan sebelumnya korban diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan. Dalam kejadian tersebut, satu unit mobil Mitsubishi XForce dengan nomor polisi BK 1326 SAD milik korban dilaporkan tidak berada di garasi rumah dan puluhan juta milik korban raib dibawa kedua pelaku. Kejadian tersebut diketahui setelah keluarga korban mendapat kabar bahwa Asprina tidak dapat dihubungi melalui telepon maupun WhatsApp.

Pada Jumat (25/9) sekitar pukul 19.30 WIB, abang korban, Redianto Surbakti (50), mendapat telepon dari Rektor ITB Kabanjahe, David. Dalam percakapan tersebut, David meminta Redianto mengecek kondisi Asprina ke rumahnya karena korban tidak dapat dihubungi.

Redianto kemudian mendatangi rumah korban. Namun, saat tiba di lokasi, pintu rumah dalam keadaan terkunci dan korban tidak memberikan respons meski sudah dipanggil.

Redianto juga mendapati mobil XForce dengan nomor polisi BK 1326 SAD yang biasa digunakan korban tidak berada di garasi rumah.

Keluarga kemudian mencari keberadaan korban di tempat kerjanya, namun Asprina tidak ditemukan di kampus.

Selanjutnya, keluarga korban kembali ke rumah dan meminta bantuan satpam perumahan, Arianto Simanjuntak (22), bersama kepala dusun untuk membuka pintu rumah.

Setelah pintu berhasil dibuka, keluarga bersama saksi melakukan pencarian di dalam rumah. Korban akhirnya ditemukan di dalam kamar mandi dalam kondisi terlentang dan tidak bergerak.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, korban diketahui telah meninggal dunia. Keluarga kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut.(*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Edy Rahmayadi: Ibu Memiliki Peran Penting Menentukan Kesejahteraan Keluarga
Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga: Haris Pukul dan Tusuk Leher
Nurdin Tampubolon Silaturahim dengan Keluarga Besar Pendiri Tako Indonesia
Wiranto Buka-bukaan soal Keluarga Dituduh Radikal
Gedung Granadi Milik Keluarga Cendana Disita Negara
Faktor Sosiologis Pemicu Haris Tega Bunuh Kerabatnya Satu Keluarga
komentar
beritaTerbaru