Canberra (SIB)- Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Rabu (17/12), memerintahkan penyelidikan atas penyanderaan selama 16 jam di Sydney Senin lalu.
Insiden di sebuah kafe itu berakhir dramatis dengan menewaskan tiga orang, termasuk penyandera. Beberapa sandera pun luka-luka. Penyelidikan perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan, mengapa pelaku bernama Man Haron Monis yang terlibat dalam puluhan kasus penyerangan seksual, serta pembunuhan, bisa bebas dengan jaminan.
Saat menyandera sekitar 17 orang di kafe Lindt, Martin Place, Sydney, Monis dapat berkeliaran membawa senjata setelah bebas dengan jaminan, setelah membunuh mantan istrinya, pada April. Dia juga tidak berada dalam daftar orang yang diawasi.
Abbott juga mempertanyakan, mengapa Monis bisa mendapatkan izin kepemilikan senjata. Menurutnya, pemerintah negara bagian New South Wales (NSW) akan melakukan evaluasi, untuk mengidentifikasi di mana kegagalan sistem.
"Kita perlu mengetahui mengapa pelaku ini dapat memperoleh izin tinggal permanen. Kita perlu tahu bagaimana dia bisa mendapat tunjungan kesejahteraan selama bertahun-tahun, kita perlu tahu apa yang orang ini lakukan dengan izin senjata," kata Abbott di Canberra.
Monis yang berasal dari Iran, dapat tinggal di Australia setelah mendapatkan suaka politik, walau Kementerian Luar Negeri Iran berulang kali memperingatkan Australia, bahwa Monis melarikan diri dari Iran untuk menghindari kasus hukum.
Abbott menambahkan, pemerintah harus mencari tahu bagaimana Monis yang punya daftar panjang kekerasan, bisa dibebaskan dengan jaminan setelah terlibat dalam kejahatan serius, pembunuhan mantan istrinya. "Kita harus tahu, mengapa dia (Monis) tidak ada dalam daftar pengawasan," ujar Abbott. Sistem hukum di NSW juga mendapat tekanan, mengapa pengadilan dapat mengabulkan permintaan Monis untuk bebas dengan jaminan.
Abbott dalam pernyataannya juga menyampaikan keprihatinan tentang sistem pembebasan dengan jaminan. Greg Barns, pengacara dan juru bicara Aliansi Pengacara Australia, mengatakan banyaknya penundaan kasus-kasus di pengadilan.
"Tidak ada cukup pengadilan, tidak ada cukup hakim, tidak ada cukup pengacara pembela. Semua sektor dalam sistem hukum kriminal, kurang pembiayaan dari pemerintah," kaga Greg. Itu membuat lamanya penundaan, sejak seorang tersangka ditangkap hingga persidangan. Polisi Australia mengatakan, akan meningkatkan keberadaan petugas di lokasi-lokasi penting seperti Sydney Harbour dan Opera House, hingga tiga pekan mendatang. Kementerian Luar Negeri Iran.
(vivanews/f)