Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 22 Juni 2026

Perundingan Terancam Kandas, Delegasi Iran Tinggalkan Negoisasi Pasca Ancaman Trump

Redaksi - Senin, 22 Juni 2026 15:06 WIB
138 view
Perundingan Terancam Kandas, Delegasi Iran Tinggalkan Negoisasi Pasca  Ancaman Trump
Foto: AFP
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Jakarta(harianSIB.com)

Delegasi Iran meninggalkan perundingan di Swiss pada Minggu (21/6) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan kembali menyerang Teheran.

Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan para delegasi pergi dari lokasi perundingan setelah bertemu dengan delegasi Qatar selaku salah satu mediator.

"Delegasi Republik Islam Iran meninggalkan gedung tempat negosiasi berlangsung setelah bertemu dengan deleagasi Qatar sebagai salah satu pihak mediator," demikian laporan IRNA, melansir CNNIndonesia.

"Pada saat yang bersamaan dengan dimulainya pembicaraan di Swiss, Donald Trump membuat pesan di media sosial X yang mengulangi ancaman dan pernyataannya terhadap Iran," lapor IRNA.

Baca Juga:
Meski dikabarkan hengkang, seorang diplomat yang mengetahui jalannya perundingan mengatakan kepada AFP bahwa pihak Iran belum mundur dari negosiasi.

"Delegasi Iran tetap terlibat dalam pembicaraan dan belum mengindikasikan kepada para mediator niat untuk pergi," kata diplomat yang tak ingin disebutkan identitasnya tersebut.

Dalam unggahan di Truth Social pada Minggu, Trump menyatakan akan menyerang Iran lagi, dengan jauh lebih keras, jika Teheran tak segera menghentikan aksi proksinya di Lebanon, yang merujuk pada kelompok milisi Hizbullah.

Ancaman Trump itu dilontarkan saat Hizbullah dan Israel masih terlibat baku tembak intens di tengah kesepakatan damai AS-Iran.

Iran telah membalas ancaman ini dengan menyatakan siap untuk merespons. "Sebaiknya mereka hati-hati dengan pernyataan mereka. Angkatan bersenjata kami siap menanggapi dengan cara yang berbeda ," kata kepala negosiator sekaligus ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

AS dan Iran telah meneken nota kesepahaman (MoU) yang menjadi kerangka kerja untuk perjanjian damai kedua negara pada Rabu (17/6) lalu. MoU itu diteken Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dari jarak jauh.

Dalam MoU, disebutkan bahwa AS dan Iran sepakat untuk menghentikan perang di semua front, termasuk Lebanon, dan tidak akan melancarkan serangan kembali di masa depan.

AS dan Iran juga sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang ditutup Iran buntut serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Kendati demikian, Iran baru-baru ini memutuskan menutup kembali selat vital tersebut sebagai respons atas serangan Israel terhadap Hizbullah.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Menteri Israel Sebut Tidak Mungkin Damai dengan Palestina
Hakim AS Larang Donald Trump Batasi Suaka
Menhan Israel kepada Hamas: Kami Memberi Makan Monster
Arab Saudi Gunakan Spyware Israel Intai Khashoggi
Cadev RI Naik Lagi, Darmin: Karena Partai Donald Trump Kalah
Tangkal Pengaruh Iran, Israel Gencar Mendekati Negara Arab
komentar
beritaTerbaru