Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 09 Juli 2026

WNI di Australia Kaget Biaya Perpanjangan Visa PR Naik Tiga Kali Lipat

Redaksi - Rabu, 08 Juli 2026 11:33 WIB
246 view
WNI di Australia Kaget Biaya Perpanjangan Visa PR Naik Tiga Kali Lipat
Foto: Koleksi pribadi
Ria Hariati mengatakan tetap akan mempertahankan izin tinggal tetap di Australia, meski harga pembaharuannya naik tiga kali lipat.

Jakarta(harianSIB.com)

Warga Indonesia yang menetap di Sydney, Australia, Ria Hariati, mengaku terkejut dengan lonjakan biaya perpanjangan Resident Return Visa (RRV) bagi pemegang status penduduk tetap (Permanent Resident/PR) Australia.

Menurut Ria, kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia mengutip kompas.com, biaya pengajuan visa tersebut mengalami kenaikan yang sangat signifikan, bahkan mencapai sekitar tiga kali lipat dibandingkan tarif sebelumnya.

"Tapi bagaimana pun kita harus mematuhi kebijakan Australia, meski agak berat sih buat kita.

Per 1 Juli 2026, Pemerintah Australia memberlakukan biaya baru bagi beragam visa. Salah satunya biaya perpanjangan RRV subkelas 155, atau perpanjangan PR, yang naik dari 490 dollar Australia (Rp 6,1 juta) menjadi 1.475 dollar Australia (Rp 18,3 juta).

Baca Juga:
Ria, yang sudah memegang PR selama lima tahun, mengatakan, ia harus memperpanjang izin tinggalnya sebelum habis masa berlakunya pada Desember tahun ini. "Sayangnya itu enggak perpanjang RRV sebelumnya (kenaikan harga)," katanya.

Di jejaring sosial sejumlah warga Indonesia yang berstatus PR mengatakan, mempertimbangkan pindah warga negara ketimbang membayar RRV yang menjadi mahal. Tapi Ria mengatakan, akan tetap mempertahankan paspor Indonesianya.

"Jadi PR sendiri sudah enak, saya dapat benefit PR, benefit jadi warga negara Indonesia," ujar Ria, yang berasal dari Surabaya. "Dan saya ada properti di Indonesia, jadi enggak mungkin pindah kewarganegaraan Australia."

Ria juga mengatakan, ke depannya ia berencana untuk menghabiskan masa tuanya di Indonesia. Dengan pertimbangan ini, ia mengatakan tidak punya pilihan selain untuk membayar ongkos perpanjangan visa tersebut.

Claudia Marchella Siswanto, mahasiswi bidang Manajemen Perhotelan di Melbourne juga terkejut mengetahui kenaikan harga untuk visa di Australia.

Claudia yang berencana untuk mengajukan Graduate Visa menjelang akhir tahun ini sudah mengantisipasi kenaikan harga, tetapi menurutnya tidak sedrastis ini.

Saya pikir kalau naik mungkin 400 dollar Australia (Rp 4,9 juta) atau 500 dollar Australia (Rp 6,2 juta), tapi ternyata sudah lebih dari 1.000 dollar Australia (Rp12,4 juta)," kata Claudia.

Maret lalu, Pemerintah Australia menggandakan biaya Graduate Visa (Subkelas 485) dari 2.300 dollar Australia (Rp 28 juta) menjadi 4.600 dollar Australia (Rp 57 juta).

Awal pekan ini, biaya tersebut melonjak menjadi 5.750 dollar Australia (Rp 71,6 juta), yang menurut sejumlah mahasiswa international diberlakukan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Sejak studi di Melbourne pada 2024, Claudia sudah bekerja lebih keras demi mengumpulkan tabungan untuk visa.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bawang di Hot Dog Jadi Kontroversi, PM Australia Angkat Bicara
Warga Yahudi Pendiri GTDI di Medan Wafat dan Dimakamkan di Australia
Sri Mulyani Jelaskan Reformasi Birokrasi Kemenkeu di Australia
BPS: Inflasi Oktober 0,28 Persen Dipicu oleh Kenaikan Harga BBM
Kejagung Telusuri Aset Milik Tersangka Korupsi Investasi Pertamina di BMG Australia
Sumut Impor 2.737 Ekor Sapi Australia
komentar
beritaTerbaru