Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Oktober 2026

Antisipasi Situasi Darurat, 33 Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan

Redaksi - Jumat, 30 Oktober 2026 12:32 WIB
184 view
Antisipasi Situasi Darurat, 33 Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan
Ist/SNN
Ilustrasi

London(harianSIB.com)

Sejumlah pemerintah di berbagai negara mulai mendorong warganya menyiapkan persediaan kebutuhan dasar untuk menghadapi situasi darurat.

Newsweek pada Rabu (28/10/2026) mencatat sedikitnya 33 negara yang memiliki imbauan terkait kesiapsiagaan darurat dan penyimpanan persediaan makanan bagi masyarakatnya.

Durasi persediaan yang dianjurkan berbeda-beda. Sejumlah negara meminta warga memiliki kebutuhan darurat yang cukup untuk setidaknya tiga hari, sementara negara lainnya merekomendasikan persediaan hingga sekitar satu minggu atau bahkan 10 hari.

Di Eropa, negara-negara tersebut meliputi Inggris, Irlandia, Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Estonia, Latvia, Lituania, Polandia, Ceko, Austria, Swiss, dan Kroasia.

Baca Juga:
Di Amerika Utara, daftarnya mencakup Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Di Amerika Selatan terdapat Chile, Kolombia, Argentina, dan Brasil.

Sementara di Afrika, Afrika Selatan masuk dalam daftar.

Untuk Asia, negara yang tercatat adalah Jepang, Taiwan, Israel, India, Filipina, dan Singapura.

Adapun di kawasan Oseania terdapat Selandia Baru dan Australia.

Perancis dan Inggris baru-baru ini meminta masyarakat menyiapkan persediaan untuk menghadapi kondisi darurat selama 72 jam.

"Jangan menunggu keadaan darurat: bersiaplah sekarang!" tulis akun pemerintah wilayah Normandia, Perancis, dalam pernyataan di media sosial pada Selasa.

Di Inggris, Perdana Menteri Andy Burnham juga memberikan contoh mengenai barang yang dapat disiapkan masyarakat ketika diwawancarai BBC Radio.

"Saya menyukai kacang-kacangan, jadi saya punya banyak persediaan di lemari, begitu pula sup. Menurut saya, itu adalah jenis bahan makanan yang akan saya sarankan untuk dimiliki orang-orang," ujarnya.

Jepang, Meksiko, dan Belanda juga menganjurkan warga memiliki perlengkapan darurat untuk kebutuhan selama 72 jam.

Kanada menerapkan anjuran serupa dengan meminta masyarakat menyiapkan perlengkapan darurat untuk periode 72 jam.

Sementara itu, beberapa negara menetapkan durasi yang lebih panjang. Swedia dan Norwegia menganjurkan persediaan untuk sekitar satu minggu, sedangkan Jerman menyarankan persediaan yang dapat mencukupi kebutuhan hingga 10 hari.

Meski demikian, tidak semua negara menetapkan jangka waktu secara spesifik.

Di India, misalnya, National Disaster Management Authority menganjurkan rumah tangga memiliki perlengkapan darurat untuk menghadapi bencana, tetapi tidak menentukan berapa lama persediaan tersebut harus bertahan.

Di Amerika Serikat, panduan yang dipublikasikan melalui Ready.gov, situs Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, menyebut bahwa kesiapsiagaan berarti memiliki makanan, air, dan kebutuhan lainnya untuk bertahan selama beberapa hari.

"Siap siaga berarti memiliki persediaan makanan, air, dan kebutuhan lainnya yang cukup untuk beberapa hari," demikian bunyi panduan tersebut.

Beberapa imbauan juga disesuaikan dengan ancaman yang dihadapi wilayah tertentu.

Di Australia Barat, misalnya, warga di daerah yang rawan siklon diminta menyiapkan perlengkapan darurat yang mencakup makanan, air, dan obat-obatan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Cape Town di Afrika Selatan meminta rumah tangga memiliki persediaan yang cukup untuk setidaknya tiga hari.

Meski durasi yang dianjurkan berbeda, jenis kebutuhan yang disarankan relatif serupa. Pemerintah di berbagai negara mendorong masyarakat menyimpan makanan yang tidak mudah rusak, air, obat-obatan, baterai, senter, dan radio.

Pada Maret 2025, Komisi Eropa meluncurkan Preparedness Union Strategy, yang diperkenalkan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan konflik, serta ancaman bencana alam yang berkaitan dengan perubahan iklim.

Imbauan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemungkinan perang.

Pemerintah juga mempertimbangkan berbagai kondisi darurat lain yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat dan rantai pasokan, termasuk cuaca ekstrem, bencana alam hingga ancaman keamanan siber.

Di AS, mantan Wakil Direktur Biro Investigasi Federal, Dan Bongino juga baru-baru ini membahas pentingnya kesiapsiagaan.

Bongino mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan mempersiapkan diri menghadapi situasi yang tidak menentu.

Ia juga menyarankan masyarakat memiliki radio darurat, baterai, makanan darurat, serta perlengkapan untuk menampung air hujan dan tablet penyaring air.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam sebuah memo baru-baru ini menyebut bahwa pangkalan militer AS perlu mampu beroperasi secara mandiri selama setidaknya tiga bulan jika terputus dari pasokan eksternal akibat konflik.

Ia menyebut inisiatif tersebut sebagai "nation's insurance policy" untuk memastikan AS tetap dapat memperoleh material yang dibutuhkan dan menjalankan operasi apabila rantai pasokan tradisional terputus.

Imbauan dari puluhan negara itu bukan berarti krisis pasti terjadi dalam waktu dekat. Namun, pemerintah ingin masyarakat memahami bahwa keadaan darurat dapat muncul tanpa banyak waktu untuk bersiap. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Curah Hujan Masih Tinggi, BPPD Kota Sibolga Imbau Warga Waspada
Sebelum Diblokir, Disdukcapil Imbau Warga Deliserdang Lakukan Perekaman e-KTP
Menyemarakkan HUT RI, Bupati Langkat Imbau Warga Pasang Bendera Merah Putih Sebulan
Kadishub Imbau Warga Medan Tidak Layani Jukir Tanpa Kartu Identitas
Hindari Musibah, Cak Imin Imbau Warga Pantau Berita Cuaca
BMKG Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem 1 Minggu ke Depan
komentar
beritaTerbaru