Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 29 Agustus 2026

Kuburan Massal Tentara Irak Korban ISIS Ditemukan

- Rabu, 08 April 2015 12:30 WIB
1.732 view
 Kuburan Massal Tentara Irak Korban ISIS Ditemukan
Sib/AP Photo via AP video
Gambar yang diambil dari video memperlihatkan milisi Syiah Iran berdiri dekat sebuah kuburan massal yang diyakini makam tentara Irak yang dibunuh militan ISIS. Kuburan itu ditemukan setelah milisi dan tentara Irak menguasai Tikrit.
Baghdad (SIB)- Lahan yang diduga menjadi kuburan massal bagi 1.700 serdadu Irak korban kelompok milisi ISIS ditemukan di Kota Tikrit. Untuk membuktikan dugaan, sejumlah tim forensik Irak kini mulai menggali 12 makam di lahan itu. Jasad yang ditemukan akan melalui uji DNA agar identitasnya dapat diketahui.

"Kami menggali kuburan massal pertama dan menemukan sedikitnya 20 jenazah. Indikasi awal menunjukkan mereka merupakan korban pembunuhan. Pemandangannya benar-benar menyedihkan. Kami tidak bisa membendung air mata. Orang keji berdarah dingin macam apa yang sanggup membunuh 1.700 orang?" kata Khalid al-Atbi, salah satu anggota tim forensik, kepada Reuters seperti dilansir BBC, Selasa (7/4).

Para serdadu Irak yang diduga dikuburkan di lahan itu diyakini dibunuh pada Juni 2014 lalu. Kala itu, ISIS melansir foto-foto dan video eksekusi tentara Irak ke dunia maya. Sejumlah serdadu yang mampu meloloskan diri bersaksi bahwa milisi ISIS menanyakan kepercayaan para korban sebelum mengeksekusi. Jika yang ditanya menjawab Syiah, mereka akan dibunuh di tempat.

Pasukan militer Irak mengambil alih Kota Tikrit dari kelompok ISIS beberapa hari lalu. Serbuan yang dimulai pada 2 Maret lalu itu melibatkan 30.000 personel. Dua-pertiga dari jumlah itu merupakan anggota milisi Syiah, Hasid Shaabi. Setelah merebut Tikrit, militer Irak kini memusatkan perhatian untuk mengambil alih Kota Mosul. ISIS menjadikan kota itu sebagai basis kekuatan.

Sementara itu ISIS kembali memenggal empat pria pelaku pembunuhan dan pembunuhan di Nineveh, Irak. Pemenggalan ini ditampilkan dalam video propaganda yang baru saja dirilis ISIS ke internet. Video yang baru muncul ini tidak diketahui pasti kapan direkamnya. Namun video propaganda semacam ini kembali menampilkan kekejaman ISIS di wilayah yang dikuasainya, terutama Irak dan Suriah.

Video propaganda ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa ISIS masih bisa menegakkan hukum dan ketertiban di wilayahnya, sesuai interpretasinya sendiri terhadap hukum syariat Islam. Dalam video tersebut, terlihat seorang militan bermasker yang berdiri di hadapan kerumunan orang, sambil membacakan dakwaan yang dijeratkan kepada keempat pria sesuai dengan pengadilan Islam di wilayah Nineveh.

Kemudian ditampilkan seorang algojo yang juga mengenakan penutup wajah, memenggal empat pria tersebut dengan sebuah pedang. Setelah itu, keempat jasad pria itu digantung pada sebuah salib kecil yang ada di bagian belakang truk pikap.

Sebelumnya di dalam video tersebut, ditampikan sejumlah uang yang diduga merupakan hasil rampokan keempat pria itu. Uang tersebut tampak dikembalikan kepada pemiliknya, yang kemudian memberikan cap jempol pada kuitansi.

Pada Juni 2014 lalu, ISIS menyerbu wilayah utara dan barat Baghdad. Namun tentara dan milisi Irak berhasil merebut kembali beberapa wilayah yang dikuasai ISIS. Niniveh sendiri, yang merupakan lokasi diambilnya video ISIS tersebut, merupakan salah satu wilayah Irak yang pertama jatuh ke tangan ISIS. Hingga kini, wilayah tersebut masih dikuasai ISIS dengan kuatnya.

ABG 15 Tahun Ditahan

Seorang remaja putri Afrika Selatan ditahan saat akan naik pesawat untuk pergi ke luar negeri guna bergabung dengan kelompok jihadis ISIS. Usianya baru 15 tahun. "Kami bisa konfirmasi bahwa dia berencana meninggalkan negara dengan niat bergabung ke ISIS dan telah aktif terlibat dengan jaringan media sosial," ujar Menteri Keamanan Negara David Mahlobo pada harian lokal, The Star dan dilansir AFP, Selasa (7/4).

ABG tersebut dilaporkan hilang oleh orangtuanya pada Minggu (5/4) pagi waktu setempat ketika dia menghilang dari rumahnya di Cape Town. ABG ini ditemukan saat akan menaiki penerbangan British Airways bertujuan Johannesburg. Dilaporkan bahwa dari Johannesburg, remaja tersebut akan bertolak menuju Turki, untuk selanjutnya akan menyeberang ke Suriah.

Para penyelidik menemukan bukti-bukti di kamar ABG tersebut yang mengaitkan dirinya dengan perekrut ISIS, yang merajalela di Suriah dan Irak.

"Penyelidikan masih berlangsung tentang seberapa jauh jaringan ini, apakah ada selnya di negara ini, dan metode apa yang dipakai dalam perekrutan dan pendanaan," tutur Mahlobo kepada The Star. "Kami tak bisa membiarkan Afrika Selatn digunakan sebagai tempat rekrutmen," tandasnya. Setelah diinterogasi polisi, remaja yang tidak disebutkan namanya itu, diserahkan kembali ke orangtuanya. (Detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru