Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 02 September 2026

Militan Houthi - Pemerintah Yaman Sepakat Rundingkan Perdamaian

- Minggu, 07 Juni 2015 17:27 WIB
149 view
Militan Houthi - Pemerintah Yaman Sepakat Rundingkan Perdamaian
Sanaa (SIB)- Pemberontak Syiah Houthi dan pemerintahan Yaman di pengasingan sepakat akan menghadiri perundingan perdamaian yang diperantarai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa. Pembicaraan itu ditujukan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari dua bulan dan menewaskan setidaknya 2.000 orang.

Perundingan Jenewa, yang untuk sementara ini dijadwalkan berlangsung pada 14 Juni, akan menjadi upaya penting pertama kalinya untuk menghentikan konflik, yang membuat PBB menyebutnya sebagai "bencana kemanusiaan". Koalisi pimpinan Arab Saudi selama 10 pekan terakhir ini melancarkan pemboman ke para pemberontak dukungan Iran beserta sekutu-sekutu mereka.

Tindakan itu meningkatkan ketegangan antara Riyadh dan saingannya di kawasan, Iran, sementara kelompok-kelompok pendukung hak asasi manusia menyatakan kekhawatiran mereka menyangkut demikian banyaknya warga sipil yang kehilangan nyawa. "Kami menerima undangan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk berangkat ke meja perundingan di Jenewa tanpa syarat," kata Daifallah al-Shami, seorang anggota senior sayap politik pihak pemberontak.

Ezzedine al-Isbahi, menteri penerangan pemerintahan Yaman di pengasingan di ibu kota negara Arab Saudi, mengatakan pihaknya juga akan mengirimkan delegasi ke Swiss. Utusan PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu bahwa pemerintah akan hadir namun bahwa ia masih berkonsultasi dengan para pemberontak.

"Pemerintah setuju untuk berpartisipasi dalam pembicaraan di Jenewa," kata Isbahi kepada AFP. Ia mengatakan pertemuan itu akan "membicarakan penerapan Resolusi 2216", yang disahkan Dewan Keamanan pada April. Resolusi tersebut menjatuhkan embargo senjata terhadap pemberontak Houthi dan mendesak agar pemberontak melepaskan wilayah yang mereka duduki.

Perundingan Jenewa akan diupayakan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata, rencana penarikan Houthi serta peningkatan penyaluran bantuan kemanusiaan, demikian menurut para diplomat yang menghadiri sidang tertutup Dewan Keamanan.

Sementara itu Arab Saudi menyatakan telah mencegat sebuah peluru kendali Scud yang ditembakkan ke wilayahnya oleh pasukan pemberontak di Yaman. "Pasukan Angkatan Udara Kerajaan Saudi mencegatnya dengan rudal Patriot," demikian satu pernyataan dari koalisi pimpinan ArabSaudi.

Pesawat koalisi menghancurkan tempat peluncuran rudal Scud itu pada pukul 2:45 waktu setempat Sabtu dan kota Khamis Mushait, di bagian barat daya Saudi menjadi sasaran, menurut pernyataan itu yang dilansir kantor berita Saudi SPA.

Rudal itu ditembakkan dari sebelah selatan Saada, benteng pemberontak Houthi, di wilayah pegunungan bagian utara Yaman, katanya. Prioritas utama dari kampanye pemboman oleh koalisi ialah menghancurkan kemampuan rudal Houthi dan para sekutu mereka dalam angkatan bersenjata Yaman.

Serangan rudal Scud tersebut terjadi setelah sekutu pemberontak membunuh empat prajurit Saudi dalam serangan-serangan lintas batas. Serangan itu mengganggu persiapan pembicaraan yang diprakarsai PBB di Jenewa pada 14 Juni. (Ant/AFP/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru