Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 10 Agustus 2026

Saksikan Gerhana Matahari, Warga Tarutung dan Sipoholon Lihat Matahari Berbentuk Sabit

- Kamis, 10 Maret 2016 19:17 WIB
322 view
Saksikan Gerhana Matahari, Warga Tarutung dan Sipoholon Lihat Matahari Berbentuk Sabit
SIB/Jhon Manalu
GERHANA MATAHARI: Seorang anak di Desa Hutauruk Sipoholon, berdiri di balik pohon mengamati gerhana matahari menggunakan kaca pembantu karena takut melihat secara langsung, Rabu (9/3).
Tarutung (SIB)- Warga Tarutung dan Sipoholon Tapanuli Utara dapat menyaksikan gerhana matahari total (GMT) dengan tenang, Rabu (9/3). Proses bagaimana bulan menutupi matahari sampai membentuk sabit dapat dilihat warga tanpa menggunakan alat bantu.

Pantauan SIB, gerhana matahari yang terlihat di daerah Tarutung dan Sipoholon terjadi sekira pukul 07.39 WIB, matahari berbentuk sabit dan perlahan kembali normal kurang lebih 3 menit. Proses fenomena alam itu mendapat perhatian banyak warga dan sebagian mengabadikannya melalui HP.

Salah seorang warga Sipoholon, K Manalu menyebutkan, gerhana matahari seingatnya sudah pernah terjadi tahun 1983 lalu. Kala itu semua warga di Sipoholon takut keluar rumah dan hanya mengurung diri di rumah sampai proses gerhana itu selesai. "Saat itu warga takut keluar rumah, karena kabar saat itu gerhana matahari bisa mengakibatkan kebutaan, sehingga semua lobang cahaya ke dalam rumah ditutup rapat- rapat," katanya.

Namun pada gerhana matahari kemarin, warga terlihat tenang dan tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa. "Hanya pada saat matahari membentuk sabit, warga mengamatinya, dan berkata, ai songon on do hape gerhana (seperti ini rupanya gerhana)," ujarnya menirukan ucapan warga di Desa Hutauruk Sipoholon.

Sementara itu, sejumlah anak anak pada saat terjadi gerhana juga ikut sibuk mengabadikan fenomena alam yang sangat jarang terjadi itu. Mereka awalnya takut melihat karena ada kabar bisa menimbulkan kebutaan, sehingga sebagian ada yang menggunakan kaca mata atau lensa pembantu.

Hal yang sama juga terjadi di Tarutung, warga hanya melihat matahari berbentuk sabit dan tidak terjadi kegelapan. Meskipun pagi itu embun masih tergolong tebal, namun matahari berbentuk sabit terlihat jelas.

Sebagaimana perkiraan para ahli, gerhana matahari total itu tidak terjadi di wilayah Sumatera Utara adalah tepat karena memang tidak sampai menimbulkan kegelapan, hanya saja warga dapat melihat matahari berbentuk sabit selama kurang lebih 3 menit. (E01/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru