Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 06 Agustus 2026

10 Tahun Irigasi Gunung Karo Rusak, 600 Ha Persawahan Kekeringan

* Kabid SDA Karo Akui Rp2,9 M Sudah Habis, Targetkan Irigasi Tuntas 2018
- Selasa, 18 September 2018 22:41 WIB
495 view
10 Tahun Irigasi Gunung Karo Rusak, 600 Ha Persawahan Kekeringan
SIB/Firdaus Peranginangin
RUSAK: Inilah kondisi irigasi Pora Kacih Lau Tir Gunung Kecamatan Tigabinanga yang sudah 10 tahun mengalami kerusakan, sehingga 600 hektare areal persawahan masyarakat di enam desa tidak dapat difungsikan.
Kabanjahe (SIB) -Masyarakat dari 6 desa (Pergendangen, Gunung, Kuala, Lau Kapur, Simolap dan Kutabangun) Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo merasa resah, karena sudah 10 tahun irigasi Pora Kacih Lau Tir Desa Gunung Kecamatan Tigabinanga, tidak berfungsi. Sedikitnya 600 hektare areal persawahan kekeringan dan terpaksa beralih fungsi ke areal perladangan.

Hal itu ditegaskan tokoh masyarakat Kecamatan Tigabinanga Jaya Peranginangin, Bijo Sebayang, Ketua Kelompok Tani Batu Gale Joker Sebayang dan Kepala Desa Gunung Nirwan Sebayang kepada wartawan, Senin (17/9) di areal irigasi Pora Kacih Desa Gunung.

"Sejak tahun 2004 penanganan irigasi Pora Kacih diserahkan Pemprovsu ke Pemkab Karo. Sejak saat itu, irigasi yang sumber airnya berasal dari Sungai Lau Jandi itu mengalami kerusakan dan hingga kini tidak dapat difungsikan, sehingga areal persawahan menjadi kering-kerontang. Mau tidak mau, masyarakat terpaksa mengalihfungsikan lahan pertaniannya menjadi areal perladangan," kata Jaya.  

Menurut Jaya, Bijo dan Nirwan, masyarakat sudah berulang kali bermohon kepada Pemkab Karo, agar irigasi tersebut diperbaiki, sehingga areal persawahan masyarakat bisa difungsikan kembali. Tapi sudah sepuluh tahun dimohonkan, belum ada hasilnya. Padahal anggaran perbaikannya sudah dikucurkan mencapai Rp2,9 miliar.

"Dari informasi yang kita peroleh, anggaran perbaikan irigasi ini sudah dialokasikan di APBD Karo sebesar Rp2,9 miliar, yakni pada TA 2016 dialokasikan perbaikannya sebesar Rp1,3 miliar, pada 2017 sebesar Rp1 miliar, di P-APBD Karo TA 2017 juga dialokasikan Rp200 juta dan di APBD 2018 kembali dialokasikan Rp400 juta," jelas Jaya.

Namun demikian, ujar Jaya, bagi masyarakat tidak menjadi masalah berapapun nilai anggaran perbaikannya sudah habis terkuras. Yang terpenting, bagaimana irigasi itu bisa difungsikan kembali, agar areal persawahan masyarakat di 6 desa bisa ditanami kembali sejenis tanaman padi.

Targetkan Tuntas 2018
Sementara itu, Kadis PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat) Karo Ir Paten Purba melalui Kabid PPK SDA (Sumber Daya Air) Helmin Sitepu ketika dikonfirmasi wartawan mengakui sudah mengucurkan anggaran perbaikan irigasi dari APBD Karo sejak 2016-2018 sebesar Rp2,9 miliar. Tapi belum mencukupi, karena kerusakan irigasi sangat parah dan perlu bantuan anggaran dari pusat melalui DAK (Dana Alokasi Khusus).

"Perbaikan irigasi ini harus dibantu pusat. Kalau hanya mengandalkan APBD Karo, tidak akan mampu memperbaikinya, karena banyak kerusakan dan terjadi kebocoran, sehingga diperlukan pembuangan air irigasi, agar benteng yang sudah lama dibangun tidak jebol. Namun demikian, untuk sementara kita targetkan akhir 2018 ini tuntas dan sebahagian dapat difungsikan kembali," katanya.

Ditambahkan Sitepu, irigasi saat ini dalam kondisi bagus dan siap difungsikan antara Desa Pergendangen hingga Gertak Kuala sepanjang 5,5 Km. Keadaannya saat ini tinggal 15 persen lagi perlu perbaikan. Sedangkan ruas Lau Kapur sepanjang 4,5 Km kondisinya 40 persen masih bangunan lama. Untuk perbaikannya dibutuhkan anggaran sebesar Rp8,5 miliar.

"Tapi kami menargetkan pada akhir tahun 2018 ini sebahagian irigasi sudah dapat difungsikan, sesuai dengan tuntutan masyarakat agar areal pertanian mereka dapat difungsikan kembali," ujar Sitepu sembari mengakui, sejak irigasi itu rusak, masyarakat beralih fungsi menanam jagung dari yang sebelumnya menanam padi. (A03/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru