Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 29 Agustus 2026

Pemukiman Warga Desa Bagan Kuala Sergai Diterjang Banjir Rob Setinggi 50 Cm

Muhammad Arif Hidayatullah - Selasa, 04 November 2025 15:46 WIB
942 view
Pemukiman Warga Desa Bagan Kuala Sergai Diterjang Banjir Rob Setinggi 50 Cm
Foto: Dok/Pemdes Bagan Kuala
Sejumlah permukiman warga di Desa Bagan Kuala terendam banjir rob, Selasa (4/11/2025).

Sergai(harianSIB.com)

Banjir rob atau pasang air laut kembali menerjang pemukiman warga di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjungberingin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Selasa dini hari (4/11/2025) pukul 01.00 WIB. Ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter dan merendam sejumlah rumah warga serta fasilitas umum.

Kepala Desa Bagan Kuala, Safril, mengatakan genangan air akibat pasang laut tersebut merendam sepanjang jalan utama hingga ke kawasan permukiman warga. Bahkan, Kantor Desa Bagan Kuala turut terendam air laut yang meluap ke daratan.

"Ketinggian air diperkirakan sekitar 30 sampai 50 sentimeter, dan pasang ini biasanya terjadi pada malam hari," ujar Safril kepada wartawan.

Menurutnya, fenomena pasang air laut ini diperkirakan akan berlangsung selama tiga hari ke depan, bahkan bisa lebih lama karena kondisi pasang surut laut saat ini sulit diprediksi.

Baca Juga:
Jika berlanjut, hal ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama nelayan yang menggantungkan hidupnya di laut.

"Saat ini saya sedang menyisir lokasi untuk meninjau permukiman warga yang terendam air. Bisa sampai dua atau tiga jam untuk memastikan kondisi warga," tambahnya.

Dengan kondisi yang terus berulang, Pemerintah Desa Bagan Kuala kembali meminta perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar segera merealisasikan pembangunan pemecah ombak (breakwater) di wilayah pesisir desa tersebut.

"Kami berharap agar pemerintah pusat memperhatikan kondisi ini dan dapat membangun pemecah ombak di pesisir Bagan Kuala. Usulan sudah kami sampaikan sebelumnya," harap Safril.

Ia menegaskan, banjir rob yang terus terjadi berpotensi memperparah abrasi pantai di kawasan pesisir.

Warga yang bermukim dekat bibir pantai kini semakin khawatir terhadap keamanan dan kenyamanan tempat tinggal mereka.

Selain itu, Safril juga menyoroti kedangkalan Sungai Bedagai yang menyebabkan air pasang sulit surut dengan cepat.

Ia berharap ada peninjauan serta pengerukan sungai agar aliran air ke laut kembali lancar.

"Kalau sungai sudah dangkal, air pasang makin mudah masuk ke permukiman, tapi lambat surutnya. Jadi perlu perhatian juga di situ," pungkasnya. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Paul Simanjuntak: Untuk Mengurangi Banjir, Pemko Harus Borongkan Pembersihan Drainase Tiap Kelurahan
PDIP Sumut Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Medan Polonia
Terendam Banjir Padi Petani Desa Pon Sergai Menghitam, Bulog dan Kilang Padi Tolak Beli
Tanggul Ambruk dan Sungai Menyusut, Forum DAS Batang Toru Minta Pemerintah Bertindak
Rico Waas Tinjau Pekerjaan Floodway Sikambing-Belawan
Pemkab Sergai Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Tanjungberingin
komentar
beritaTerbaru