Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 19 Agustus 2026

Sopir Angkot Keluhkan Kelangkaan Pertalite di Tapanuli Tengah

Rosianna Anugerah Hutabarat - Sabtu, 31 Januari 2026 10:28 WIB
875 view
Sopir Angkot Keluhkan Kelangkaan Pertalite di Tapanuli Tengah
Foto: harianSIB.com/Dok
Angkot terparkir kehabisan BBM.

Tapteng(harianSIB.com)

Kelangkaan BBM jenis pertalite terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kelangkaan ini telah terjadi dalam kurun waktu dua minggu lamanya.

Sejumlah sopir angkot mengeluhkan hal tersebut, salah satunya Situmeang (40). Sopir angkot jurusan Sibolga-Sibabangun ini, mengaku kebingungan akibat kosongnya pertalite di sejumlah SPBU. Pasalnya, para sopir harus merogoh kocek lebih untuk membeli Pertamax.

"Kalau Pertalite cukup Rp80 ribu satu trip. Tapi karena Pertamax menjadi Rp100 ribu," keluh Situmeang, Jumat (30/1/2026) sore.

Jika dikalkulasi, sambungnya, untuk beroperasi seharian sopir angkot harus mengeluarkan biaya tambahan untuk BBM sebesar Rp60 ribu. Sementara penghasilan sopir angkot hanya pada kisaran Rp100 ribu hingga 120 ribu.

Baca Juga:
"Satu harian penuh beroperasi kita dapat 3 trip. Jika dengan Pertalite biaya BBM cukup Rp240 ribu. Tapi kalau pakai Pertamax harus Rp300 ribu," ujar pria paruh baya ini.

Senada diungkapkan Manurung (49). Dirinya terpaksa membeli Pertamax akibat kesulitan mendapatkan Pertalite agar bisa tetap beroperasi.

Dengan penumpang yang relatif stabil setiap harinya, pendapatannya sebagai sopir angkot dipastikan menurun, akibat biaya tambah untuk membeli BBM.

Jikapun ada SPBU yang masih menjual Pertalite, antreannya sangat panjang, sehingga butuh waktu yang cukup lama. Menurutnya, mengantre BBM selama berjam-jam akan mempengaruhi pendapatan.

"Kalau harus antre berjam-jam, jelas berpengaruh ke pendapatan. Biasanya kita dapat tiga trip satu hari, dengan antrean yang lama hanya dapat dua trip," ungkapnya.

Dikonfirmasi terkait kelangkaan BBM tersebut, Manager Pertamina Sales Area Retail Sarudik Toni Pradana, belum memberikan keterangan hingga Sabtu (31/1/2026) pagi. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Komitmen ESG Berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Raih Tiga IGA 2026 Berpredikat Platinum
PGN Pastikan Penyaluran Gas Aman Selama Nataru 2025–2026
Terungkap di Sidang Tipikor: Pertamina Bayar Sewa Terminal BBM Merak Rp 2,9 Triliun
Satgas Nataru 2025/2026 Ditutup, Pasokan Energi Sumbagut Tetap Aman
PHR Zona 1 Salurkan Bantuan ke Pesantren Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Kesiapan Satgas Nataru di Sumatera Utara
komentar
beritaTerbaru