Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 14 Juni 2026

Polres Simalungun Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Dolok Merangir II Rp 533 Juta Lebih

Jheslin M Girsang - Rabu, 18 Maret 2026 11:23 WIB
468 view
Polres Simalungun Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Dolok Merangir II Rp 533 Juta Lebih
(Foto: Dok/Polres)
Diamankan: Polres Simalungun mengamankan tersangka dugaan korupsi penggunaan anggaran BUMNag Unggul Jaya, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, proses penyidikan dilakukan dengan cermat dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Sat Reskrim berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Inspektorat Simalungun untuk mendapatkan hasil audit.

Berdasarkan hasil audit dari Inspektorat Simalungun melalui Surat Nomor 700.1.2/610/2025 tanggal 13 November 2025, ditemukan kerugian negara yang sangat signifikan dalam pengelolaan Dana BUMNag Unggul Jaya.

"Hasil audit Inspektorat Kabupaten Simalungun menemukan kerugian negara sebesar lima ratus tiga puluh tiga juta dua ratus sembilan puluh tujuh ribu dua ratus delapan puluh tiga rupiah," kata Verry.

Tersangka, Jantuahman Purba (45) karyawan swasta yang beralamat di Huta Pondok Terang, Desa Dolok Merangir II, Kecamatan Dolok Merangir II, diduga melakukan tindak pidana korupsi saat menjabat sebagai Ketua BUMNag Unggul Jaya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Seluruh barang bukti sebagaimana yang tertera dalam Surat Perintah Penyitaan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Simalungun untuk proses penuntutan lebih lanjut di pengadilan.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sudung Situmorang Monitoring Penanganan Kasus Korupsi di Sumut
Polres Gelar Turnamen Sepakbola Piala Kapolres Simalungun
Rp 150 Juta Dana Desa Sekip Raib di Parkiran Disdukcapil Deliserdang
Kejari Labuhanbatu Tahan 2 Tersangka Korupsi
4 Bulan Sandang Tersangka Korupsi, Kadis Tarukim Karo dan PKK Belum Dicopot
Gaya Hidup Konsumtif Picu Kepala Daerah Korupsi
komentar
beritaTerbaru