Sejak awal pekan, Satresnarkoba Polres Labuhanbatu telah menerima informasi terkait pengiriman sabu dalam jumlah besar melalui Selat Malaka menuju perairan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir.
Informasi tersebut bukan rumor, melainkan hasil pemantauan serius yang menempatkan jaringan dalam radar aparat. Para pelaku bahkan disebut telah lama menjadi target aparat kepolisian. Namun, jaringan ini bergerak dengan cara tak lazim. Mereka diduga melibatkan sosok spiritual yang dipercaya mampu membaca situasi dan mendeteksi ancaman dari luar.
Saat mencium adanya pengawasan, para kurir mengubah rencana. Titik pendaratan yang semula di Sei Berombang Panai Hilir, pindah ke tangkahan tersembunyi di pesisir kawasan Bagansiapiapi, Rokan Hilir.
Perubahan lokasi ini sekaligus mengubah strategi. Jarak puluhan kilometer ditempuh demi menghindari kejaran aparat yang sudah mengintai pergerakan mereka dan menunggu di daratan. Tetapi tim gabungan Polda-Polres Labuhanbatu tidak mau gegabah. Tim aparat memilih membuntuti secara senyap dengan mengerahkan 2 unit kendaraan ke lokasi baru.
Sesampainya di lokasi sasaran, transaksi berlangsung cepat. Karung-karung berisi 50 bungkus sabu dipindahkan dari perahu ke mobil, sebelum akhirnya situasi berubah tegang.
Kurir yang mengemudi mobil bersama istri dan anaknya diduga menyadari keberadaan aparat. Kurir langsung tancap gas, memicu aksi kejar-kejaran di jalan pedesaan. Puncaknya terjadi di Km 25 Desa Menggala Sakti. Mobil kurir kehilangan kendali setelah dibanting setir, lalu menghantam bahu jalan dan menabrak pipa minyak hingga ringsek, mengakhiri pelarian.