Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 23 Juni 2026

Layanan Cuci Darah RSUD Sibuhuan Belum Beroperasi, Warga Keluhkan Harus Berobat ke Luar Daerah

Robert Nainggolan - Selasa, 23 Juni 2026 18:21 WIB
130 view
Layanan Cuci Darah RSUD Sibuhuan Belum Beroperasi, Warga Keluhkan Harus Berobat ke Luar Daerah
Gedung RSUD Sibuhuan

Sibuhuan(harianSIB.com)

Sejumlah warga Kabupaten Padang Lawas (Palas) kembali menyuarakan harapan agar layanan hemodialisis (cuci darah) segera tersedia di RSUD Sibuhuan. Aspirasi tersebut mencuat di media sosial, terutama setelah adanya pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas, termasuk direktur RSUD Sibuhuan yang definitif.

Keluhan warga menyoroti kondisi pasien gagal ginjal yang hingga kini masih harus menjalani cuci darah ke luar daerah karena layanan tersebut belum tersedia di RSUD setempat. Kondisi ini dinilai membebani keluarga pasien, baik dari sisi biaya, waktu, maupun risiko perjalanan rutin.

"Siapapun direkturnya, tolong hemodialisis diaktifkan di RSUD Sibuhuan. Sudah banyak pasien gagal ginjal yang harus keluar daerah untuk cuci darah. Biaya dan waktu sangat menekan, bayangkan harus 2 kali seminggu ke luar daerah, belum lagi kontrol ke provinsi," ujar salah satu warga.

Direktur RSUD Sibuhuan, dr. Sukri Habibi P. Daulay, membenarkan layanan hemodialisis hingga kini belum beroperasi meski seluruh kesiapan telah terpenuhi karena masih terkendala izin operasional.

"Sudah lengkap semua, dokter penanggung jawab, dokter umum terlatih, perawat khusus HD. Yang tertahan izin operasionalnya," ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Sibuhuan, Hasan, menambahkan, rumah sakit telah menyiapkan lima unit mesin hemodialisis untuk mendukung layanan tersebut. Namun hingga kini layanan belum dapat dioperasikan karena masih tertahan proses perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) sejak April 2026.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru