"City branding ini bukan sekadar logo, tetapi sistem yang menghubungkan identitas kota dengan pengalaman digital," katanya.
Mahyaruddin berharap city branding tersebut dapat mengangkat berbagai potensi daerah, tidak hanya sektor pariwisata, tetapi juga ekonomi, investasi dan pembangunan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Logo city branding juga akan diintegrasikan dalam aspek digital pemerintahan. Penggunaannya dapat dikoordinasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungbalai.
"Peluncuran ini bukan titik akhir, tetapi awal implementasi yang berkelanjutan. City branding akan digunakan dalam perencanaan wilayah, pembangunan infrastruktur, promosi investasi hingga komunikasi pemerintah," pungkasnya. (**)