Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

RSUD Rantauprapat Terbakar, Pasien Panik dan Histeris

Efran Simanjuntak - Selasa, 25 Agustus 2026 14:02 WIB
724 view
RSUD Rantauprapat Terbakar, Pasien Panik dan Histeris
Foto: Dok/Warga
TERBAKAR: Petugas mengoperasikan penyemprot air ke arah ruangan insinerator RSUD Rantauprapat yang terbakar, Selasa (25/8/2026) subuh.

Rantauprapat (harianSIB.com)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, dilanda kebakaran hebat, Selasa (25/8/2026) subuh. Kobaran api menghanguskan fasilitas insinerator yang digunakan untuk memusnahkan limbah medis rumah sakit dan Puskesmas.

Kebakaran tersebut sempat membuat suasana rumah sakit mencekam. Kobaran api dan kepulan asap hitam yang membumbung tinggi terlihat dari sekitar lokasi, sehingga pasien, keluarga pasien, serta warga sekitar khawatir api merembet ke gedung utama dan ruang-ruang perawatan.

Peristiwa terjadi ketika para pasien masih berada di dalam ruang perawatan. Sejumlah pasien dan keluarga pasien disebut sempat panik, hingga sebagian ada yang keluar dari gedung karena khawatir kobaran api semakin membesar dan membahayakan keselamatan mereka.

"Kami sempat panik, ketakutan dan histeris. Banyak yang keluar karena takut apinya sampai ke ruangan-ruangan rawat inap," sebut keluarga pasien rawat inap yang enggan disebut namanya.

Baca Juga:
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Petugas rumah sakit bersama warga juga berupaya mengantisipasi agar kobaran api tidak menjalar ke bangunan lain di dalam kompleks RSUD Rantauprapat yang berada di Jalan KH Dewantara.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Labuhanbatu kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah berjibaku dengan kobaran api, petugas Damkar akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 06.02 WIB.

"Tadi subuh terbakarnya. Apinya besar sekali. Untungnya, petugas pemadam cepat datang. Sekitar jam enam pagi api sudah padam," kata seorang warga di sekitar RSUD Rantauprapat.

Bagian yang terbakar diketahui merupakan gedung fasilitas insinerator atau tempat pembakaran limbah medis. Namun, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian material belum diketahui secara resmi dan masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

Insinerator merupakan alat atau unit khusus yang dirancang untuk memusnahkan limbah melalui proses pembakaran terkendali pada suhu tinggi. Fasilitas tersebut digunakan untuk menangani berbagai limbah medis, termasuk limbah infeksius yang dihasilkan dari aktivitas pelayanan kesehatan.

Dalam pengoperasiannya, insinerator umumnya memiliki ruang bakar utama (primary chamber) dan ruang bakar kedua (secondary chamber). Ruang bakar utama, tempat pembakaran limbah dengan suhu 800°C hingga 1.000°C, digunakan untuk membakar limbah hingga menjadi abu dan gas. Sedangkan ruang bakar kedua, tempat pembakaran lanjutan pada suhu lebih tinggi, yaitu 1.000°C hingga 1.200°C, berfungsi melakukan pembakaran lanjutan terhadap gas hasil pembakaran sehingga emisi yang dilepaskan dapat dikendalikan sesuai sistem pengolahan yang digunakan.

Sementara itu, pihak manajemen RSUD Rantauprapat belum memberikan keterangan secara rinci mengenai kebakaran tersebut. Direktur RSUD Rantauprapat, dr Ady Subrata SpA, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui telepon maupun pesan singkat WhatsApp. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Viktor Silaen Masuk Sekolah-sekolah Suarakan Bahaya Narkoba dan Judi Online “Penghancur” Generasi Muda
SMAN 3 Medan Pulangkan 2 Siswa Kepada Orangtuanya Sesuai Tatib Sekolah
Kuasa Hukum Dhody Thahir Pertanyakan Penetapan Status Tersangka Terhadap Kliennya
Naungan Harahap Resmi Jabat Kajari Taput, Gantikan Dedy Frits Rajagukguk
WN Malaysia Pasok Vape Narkoba ke Medan, Ditangkap Bersama Kekasih WNI
Akan Segera Dieksekusi, Reny Pardede: Aset UDA Berdiri di Atas Tanah Ahli Waris TD Pardede
komentar
beritaTerbaru