Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 27 Agustus 2026

Bawa Keranda Mayat, Ratusan PKL Siantar Turun ke Jalan Tolak Relokasi

Andomaraja Paga Sitio - Kamis, 27 Agustus 2026 16:10 WIB
249 view
Bawa Keranda Mayat, Ratusan PKL Siantar Turun ke Jalan Tolak Relokasi
Foto: harianSIB.com/Andomaraja Sitio
Massa pedagang saat menyuarakan aspirasi di kantor wali kota Pematangsiantar Jalan Merdeka, Kamis (27/8/2026) siang.

Pematangsiantar(harianSIB.com)

Suasana memanas menyelimuti Kota Pematangsiantar saat ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Kaki Lima Kota Pematangsiantar (IPAKSI) menggelar aksi protes besar-besaran, Kamis (27/8/2026) siang.

Massa bahkan membawa keranda mayat sebagai simbol penolakan keras terhadap rencana relokasi yang dinilai akan mematikan mata pencaharian mereka.

Berangkat dari Lapangan Haji Adam Malik, massa berjalan menuju Balai Kota sambil membawa keranda dan alat pengeras suara, menyuarakan penolakan keras terhadap rencana relokasi ke Jalan Perintis. Namun, kedatangan mereka di Balai Kota tak disambut pejabat Pemko, sehingga massa kemudian bergerak ke Kantor DPRD Kota Pematangsiantar.

Baca Juga:

Di DPRD, aksi damai itu diterima langsung oleh Ketua DPRD Timbul Marganda Lingga, Wakil Ketua Frengki Boy Saragih, serta sejumlah anggota dewan.

Koordinator aksi sekaligus Ketua IPAKSI, Udin, dalam orasinya menegaskan para pedagang menolak relokasi ke lokasi baru yang dinilai tidak layak, sempit, tidak strategis, dan tertutup akses jalan. Pemindahan sepihak tanpa komunikasi dan musyawarah dianggap akan mereset usaha yang telah dibangun bertahun-tahun serta merugikan secara ekonomi.

"Kami tidak menolak penataan, tapi minta dilakukan secara dialogis-bukan sekadar mengusir atau memindahkan sepihak. Setiap kebijakan harus mengakomodasi aspek ekonomi, sosial, dan keberlangsungan hidup kami, bukan mematikan mata pencaharian rakyat," tegas Udin.

Selain soal relokasi, IPAKSI juga meminta DPRD mengevaluasi kinerja Pemko, termasuk ketersediaan Wali Kota dalam menjawab aspirasi publik, serta menuntut tidak adanya intimidasi atau kekerasan dalam pelaksanaan kebijakan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Timbul Lingga menyatakan siap memfasilitasi pertemuan antara pihak pedagang dan Pemko untuk mencari solusi terbaik.

"Aku lahir dan besar di kaki lima, jangan ragukan niat kami. Hati kami tetap untuk pedagang. Semua tujuan kita satu agar kalian tetap bisa mencari nafkah dengan layak," ujar Timbul disambut tepuk tangan massa.

Timbul juga berjanji akan segera menjadwalkan rapat dengar pendapat, dan meminta para pedagang menyiapkan data serta argumen yang kuat untuk disampaikan kepada Pemko.

"Siapkan 'pelurunya' yang tajam saat kita duduk bersama nanti, agar hasilnya benar-benar menguntungkan kedua belah pihak," pesannya.

Usai berorasi di kantor DPRD, massa kembali berjalan menuju kediaman atau rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar di Jalan MH Sitorus. Mereka dikawal petugas kepolisian dan Satpol PP.

Lalu massa memaksa masuk dengan menerobos pagar rumah dinas, hanya saja orang nomor satu di kota Siantar tersebut tidak berada di tempat. Massa selanjutnya beranjak meninggalkan lokasi rumah dinas wali kota dengan tertib. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jembatan Sibangebange Siantar Tonga-Tonga I Butuh Perbaikan
Pasien Gangguan Jiwa Meningkat di P Siantar
Pemko P Siantar Peringati Hari Toleransi Internasional
KPK Periksa Ketua DPRD Labuhanbatu soal Suap ke Bupati Pangonal
Panitia Natal Siraja Panggabean Bertemu Ketua DPRD Medan
Bhakti Sosial TNI KB-Kesehatan Tingkat Sumut 2018 Dicanangkan di P Siantar
komentar
beritaTerbaru