Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 01 September 2026

Aripay Tambunan Dorong Pengembangan Ayam Potong dan Petelur Berbasis Kelompok Kendalikan Inflasi

Firdaus Peranginangin - Senin, 31 Agustus 2026 15:40 WIB
266 view
Aripay Tambunan Dorong Pengembangan Ayam Potong dan Petelur Berbasis Kelompok Kendalikan Inflasi
Foto: harianSIB.com/Firdaus
Dr Drs H Aripay Tambunan MM

Parapat(harianSIB.com)

Anggota DPRD Sumut Dr Drs H Aripay Tambunan MM mendorong Pemprov Sumut memperkuat produksi ayam petelur dan ayam potong berbasis kelompok masyarakat sebagai salah satu strategi mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan daerah.

Gagasan itu disampaikan Aripay Tambunan, di sela-sela Rapat Kerja DPRD Sumut, di Hotel Niagara, Parapat, Kabupaten Simalungun, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya bertindak ketika harga komoditas pangan seperti ayam dan cabai sudah melonjak, tetapi harus memperkuat produksi dari hulu.

"Jangan gara-gara harga ayam naik kemudian inflasi terganggu. Kita harus berpikir bagaimana produksi ayam ini bisa ditingkatkan di Sumut," ujar Aripay.

Baca Juga:
Politisi Partai Gerindra Sumut ini meminta Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut dan Dinas Ketapangnak (Ketahanan Pangan dan Peternakan) Sumut, menjadikan pengembangan peternakan ayam sebagai program unggulan dengan melibatkan kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki kemauan dan potensi.

"Bantuan dapat diberikan secara terpadu, mulai dari pembangunan kandang, bibit, pakan, pendampingan teknis hingga akses pemasaran," ujar Aripay sembari menambahkan program tersebut tidak harus diawali dengan investasi besar.

Biayanya sederhana sekitar Rp1,7 juta hingga Rp2 juta dan kapasitas puluhan ekor ayam. Jika dikembangkan secara masif melalui kelompok peternak, dinilai dapat meningkatkan produksi telur dan daging ayam secara signifikan. Menurutnya, pola tersebut juga akan mengubah masyarakat dari sekadar penerima bantuan menjadi pelaku produksi.

"Dengan bertambahnya kelompok peternak, pasokan pangan meningkat, ketergantungan terhadap daerah lain berkurang dan gejolak harga dapat ditekan. Manfaatnya ganda. Kita menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan harga, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.

Anggota Komisi B ini juga menyebut adanya perhatian Bank Indonesia (BI) melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terhadap pengembangan ayam potong dan ayam petelur.

Dengan dukungan anggaran yang dapat mencapai sekitar Rp500 juta, menurutnya, harus diarahkan secara tepat untuk memperkuat kelompok peternak agar berkembang menjadi usaha produktif dan berkelanjutan.

Ia menegaskan pengendalian inflasi harus dilakukan secara preventif dengan membangun kekuatan produksi pangan di tengah masyarakat. Jangan hanya berpikir bagaimana mengatasi inflasi ketika sudah terjadi. Harus dicegah dari sekarang dengan memperkuat produksi.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KPK Terima Pengembalian Rp8 Miliar dari Suap Anggota DPRD Sumut
Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafis Minta Drainase Jalan Sukarno-Hatta Binjai Timur Diperbaiki
4 Tersangka Suap Anggota DPRD Sumut Menyusul Segera Disidang
Pedagang Ayam Potong Tewas Tergantung
Bocah Pengidap HIV Terancam Diusir, Pemprov Sumut Kirim Tim ke Samosir
KPK Perpanjang Penahanan 2 Tersangka Kasus Suap DPRD Sumut
komentar
beritaTerbaru