Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 12 September 2026

Dinilai Mendesak, Perda Pemajuan Kebudayaan Melayu Batubara Diprioritaskan 2027

Dapot Sirait - Sabtu, 12 September 2026 16:01 WIB
115 view
Dinilai Mendesak, Perda Pemajuan Kebudayaan Melayu Batubara Diprioritaskan 2027
Foto/harianSIBcom/Dapot Sirait
Ketua DPRD Safii saat membuka sosialisasi dialog Ranperda Kebudayaan Melayu 2027, Jumat (11/9/2026).

Batubara(harianSIB.com)

Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu Batubara dinilai sangat mendesak dan masuk prioritas DPRD Batubara tahun 2027.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Batubara Syafi'i dan Wakil Ketua Bapemperda DPRD Batubara Nafiar dalam kegiatan hearing, dialog dan konsultasi publik bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batubara, Lima Puluh, Jumat (11/9/2026).

Syafi'i mengatakan, Ranperda Pemajuan Kebudayaan Melayu Batu Bara sudah disampaikan ke Bapemperda dan masuk dalam program legislasi daerah prioritas tahun 2027.

"Hari ini kita menggelar hearing dialog dalam rangka Ranperda inisiatif DPRD Kabupaten Batubara dengan topik Pemajuan Kebudayaan Melayu Batubara," ucap Syafi'i.

Baca Juga:
Ia menyebut, sebagai fungsi legislasi, DPRD Batubara membutuhkan masukan dari seluruh elemen masyarakat untuk menjadi daya dorong penyempurnaan Ranperda nantinya.

Wakil Ketua Bapemperda Nafiar menjelaskan, untuk Prolegda tahun 2027 DPRD Batubara memiliki 3 Ranperda prioritas., diantaranya tentang pesantren, teknologi informasi dan pemajuan kebudayaan Melayu. Ranperda pemajuan kebudayaan Melayu ini telah diajukan pemangku adat Melayu Kedatukan Lima Puluh dan Kedatukan Indrapura," jelasnya.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ranperda P-APBD Labura 2026 Disahkan
Produk Malaysia di Medan Curi Perhatian di IMT-GT ke-32
Terduga TPPO Hendak Terbang ke Myanmar Diamankan di Bandara Kualanamu
Dampak Abu Vulkanik Berlanjut di Kualanamu, 49 Penerbangan dari Jakarta dan Bandung Dibatalkan
Gelar Diskusi dan Pertemuan, PGI Siap Bersinergi Lindungi Pekerja Migran Tekan Perdagangan Orang
Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau Berlanjut, 44 Penerbangan di Kualanamu Dibatalkan
komentar
beritaTerbaru