Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026
Dihadiri 12.000 Jemaat, Ibadah Raya Pesta Puncak Tahun Perempuan HKBP 2015

Menteri Yohana Susana Yembise Kagumi dan Akui Kehebatan Perempuan Batak

- Senin, 30 November 2015 18:26 WIB
498 view
Menteri Yohana Susana Yembise Kagumi dan Akui Kehebatan Perempuan Batak
Pematangsiantar (SIB)- Ibadah raya Pesta Puncak Tahun Perempuan HKBP 2015, Minggu (29/11) di STT HKBP Kota Pematangsiantar berlangsung khidmat, meriah dan penuh sukacita dihadiri sekitar 12.000 warga jemaat. Juga hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof Dr Yohana Susana Yembise MA, Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata MA, Ketua PGI Pdt Dr Henriette Tabita Lebang Hutabarat, Ketua Umum Panitia Pdt Basa Hutabarat MMin, Ketua Rapat Pdt HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing, Ketua STT HKBP Pematangsiantar Pdt Dr V Tinambunan MST, Kadep Koinonia Pdt Welman Tampubolon STh, Kadep Marturia Pdt Marolop Sinaga MTh, Kadep Diakonia Pdt  Drs BDF Sidabutar, Direktur Sekolah Pdt HKBP Pdt Dr Robin Butar-butar, Plh Wali kota Pematangsiantar Drs Donver Panggabean MSi, Wesly Silalahi SH MKn, Asisten III Baren Alijoyo Purba SH, Pdt Sunggul Pasaribu MPAK, Ketua BKAG Simalungun Pdt M Tambunan MTh dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Prof Dr Yohana Susana Yembise MA mengungkapkan kekagumannya dan mengakui kehebatan perempuan Batak yang sangat gigih memperjuangkan anak-anak dalam meraih masa depan. Lagu “Anakkonhi do hamoraon di au” sangatlah menyentuh. Sehingga pada kesempatan tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengajak kaum perempuan dan tamu yang hadir untuk menyanyi bersama.

Perempuan HKBP dan anak-anak menjadi bagian/asset dari Negara Indonesia. Pertemuan hari ini tidak lengkap tanpa kehadiran anak-anak. Mengingat jumlah anak-anak saat ini mencapai 87 juta dari 150 juta penduduk Indonesia.  Anak-anak hendaknya menjadi fokus perhatian khusus dari orangtua. Filosofi orang Batak yang membuat orang Batak ada di seluruh Indonesia, demikian juga di gereja-gereja Injil di Papua banyak orang Batak. Anak-anak merupakan asset kita, masa depan kita ada di tangan anak-anak   

Orang Batak dan kaum perempuan HKBP haruslah bisa menciptakan sistem ataupun mekanisme untuk lebih bisa memperhatikan anak-anak. Sangat disayangkan masih terjadi kekerasan terhadap anak-anak maupun kepada kaum perempuan  di rumah tangga. Saat ini sedang disoroti kekerasan terhadap anak yang terjadi di sekolah-sekolah.

Untuk itulah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memrogramkan untuk menciptakan sekolah-sekolah yang tidak ada kekerasan. Diharapkannya agar Perempuan HKBP menyiapkan legalitasnya untuk dapat bermitra dengan Negara, serta nantinya diharapkan bisa menjadi ‘Agent Of Change” atau menjadi agen perubahan, yang nantinya bisa membawa perubahan besar di Indonesia. 

Diharapkannya juga agar desa, kota, provinsi dan Indonesia menjadi layak dan ramah anak, serta di tahun 2030 nantinya orang Bataklah yang menjadi contoh planet 50-50. Serta perempuan Batak diyakini bisa menjadi pemimpin di Indonesia, namun haruslah bebas korupsi.

Sementara itu dalam khotbahnya, Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata mengungkapkan bahwa kemiskinan bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, namun juga menjadi tanggungjawab masyarakat dan HKBP. Untuk itu dimintakannya agar seluruh warga HKBP bisa menjadi berkat dan senantiasa berupaya membantu orang miskin untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya.

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan HKBP Pdt WTP Simarmata MA memberikan cindera mata kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, diakhiri dengan acara makan bersama dan temu ramah. (C03/R18/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru