Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Warga Perdagangan Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin Galian C Tangkahan Pasir di Sungai Bahbolon

- Senin, 30 November 2015 18:37 WIB
350 view
Warga Perdagangan Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin Galian C Tangkahan Pasir di Sungai Bahbolon
SIB/Agus Salim Siregar
P.Gultom dan W Pandiangan warga Perdagangan saat ditemui di salah satu warung kopi di Jalan Kartini Perdagangan. Minggu (29/11).
Simalungun (SIB)- Warga Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun meminta Pemkab Simalungun mengkaji ulang pemberian izin usaha Galian C tangkahan pasir bagi pengusaha yang tidak perduli lingkungan, di sekitar pinggiran Sungai Bahbolon.

P Gultom dan W Pandiangan ketika ditemui di salah satu warung kopi di Jalan Kartini Perdagangan Minggu (29/11) mengatakan, dengan semakin maraknya usaha galian C tangkahan pasir di pinggiran sungai Bahbolon saat ini, sudah mengakibatkan udara kota di Perdagangan semakin tidak sehat akibat banyaknya debu pasir yang berterbangan, serta jalanan yang menjadi licin akibat pasir berserakan sehingga harus membuat warga lebih ekstra hati-hati berkendara.

“Banyaknya debu pasir yang berterbangan di jalanan belakangan ini, kini sudah menjadi pembicaraan hangat mayarakat Perdagangan berikut dengan masyarakat yang berkunjung ke kota Perdagangan. Semua masyarakat selalu mengeluhkan debu karena hampir di semua jalanan yang ada di Perdagangan saat ini sudah dipenuhi debu. Jalan beraspal yang dahulu hitam kini berubah menjadi jalan yang berpasir. "Bila hujan jalan berlumpur, kering menjadi berdebu," ujar Gultom yang juga diiyakan oleh Pandiangan.

Sementara Iyos mengatakan, saat ini bila bertempat tinggal disekitar jalan besar Perdagangan sudah tidak nyaman lagi karena banyak debu pasir yang berterbangan. Tanpa kita sadari berapa banyak debu pasir yang terhirup oleh kita? Dan juga yang kita kesalkan debu pasir tersebut sudah masuk kedalam rumah, sehingga lantai dan semua perabotan rumah berabu, kesalnya.

Jainul Siagian salah satu pemerhati sosial Kecamatan Bandar ketika ditemui di Perdagangan Minggu (29/11) meminta agar pemerintah kabupaten Simalungun meninjau ulang perijinan usaha galian C bagi para pengusaha yang tidak perduli lingkungan, yang berada disekitar sungai Bahbolon. Dengarkanlah keluhan masyarakat jangan karena inti tugas pemerintah adalah bagaimana masyarakat untuk sehat agar dapat semangat untuk bekerja dan tidak malas, bagaimana masyarakat pintar agar tidak dapat dibodohi, baru bagaimana membuka peluang pekerjaan. “Disini kita harus menyadari kesehatanlah yang utama baru pendidikan dan lapangan pekerjaan. Makanya pemerintah kita saat ini memberikan BPJS untuk nerobat gratis. Jadi turunlah kelapangan dengarkan keluhan masyarakat karena udara di Perdagangan sudah tidak sehat lagi,” terangnya.

Saat ini usaha galian C di pinggiran sungai Bahbolon sudah sangat menjamur dan bagai surga bagi pegusaha karena selain perijinannya terlalu mudah didapat juga seperti tanpa ada peraturan yang ketat dari pemerintah. Bahkan perijinan usaha galian C, saat ini bukan saja dari pemerintah Kabupaten Simalungun, pihak pemerintahan Propinsi Sumatera Utarapun sudah ikut-ikutan memberikan ijin galian C tangkahan pasir di pinggiran sungai Bahbolon, jelasnya.

“Merasa sudah mempunyai ijin dan tidak ada terguran dari pemerintah, saat ini para pengusaha seolah-olah sudah tidak perduli lagi dengan masyarakat. Mereka merasa, sudah benar karena sudah membayar PAD sehingga bisa suka-suka beroperasi tanpa berpikir bagaimana imbasnya kepada warga dan para masyarakat lain yang juga berkepentingan untuk hidup sehat dan bebas debu pasit saat melintasi jalan,” katanya. (C08/y)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru