Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 Juli 2026

Pagelaran Seni Budaya Nias di PRSU Dianggap Tidak Profesional

- Rabu, 21 Maret 2018 12:24 WIB
527 view
Pagelaran Seni Budaya Nias di PRSU Dianggap Tidak Profesional
Medan (SIB) -Anggota Komisi B DPRD Sumut Lidiani Lase mengaku sangat kecewa atas pelaksanaan kegiatan pagelaran seni dan budaya Kepulauan Nias di PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara) yang terkesan sangat tidak profesional, sehingga mengecewakan masyarakat yang menyaksikan acara tersebut.

"Kita sangat kecewa, pagelaran seni dan budaya Nias ini asalasalan. Begitu juga prangkat yang mendukung pagelaran, sangat tidak memadai. Misalnya sound system (pengeras suara) yang dipakai rusak-rusak sering korslet dan macet," ujar Lidiani Lase kepada wartawan, Senin (19/3) di DPRD Sumut seusai menyaksikan pagelaran tersebut di PRSU.

Menurut Lidiani, tidak profesionalnya pagelaran tersebut tidak terlepas dari lemahnya kinerja Yayasan PRSU dan Dinas Pariwisata Sumut selaku pelaksana dan penanggungjawab kegiatan yang digelar setiap setahun sekali serta menelan anggaran miliaran rupiah tersebut.

"Kegiatan yang digelar pada 17 Maret 2018 tersebut, membuat pengunjung yang hadir umumnya kecewa. Di sini kita minta pertanggungjawaban Yayasan PRSU dan Dinas Pariwisata Sumut yang kurang profesional menanganinya," katanya.

Sebenarnya, tambah Lidiani, Kadis Pariwisata Sumut dan Yayasan PRSU merasa malu melihat masyarakat yang kecewa menyaksikan acara, apalagi kegiatan PRSU ini dibuka langsung oleh Gubsu HT Erry Nuradi.

"Betapa sayangnya anggaran Rp10 juta untuk sewa sound system, jika kondisinya sangat tidak memuaskan alias rusak," katanya.

Berkaitan dengan itu, politisi Partai Demokrat ini meminta kepada Gubsu agar mengevaluasi ulang seluruh kegiatan yang digelar PRSU. Sebab jika tidak segera disikapi, dikuatirkan pagelaran-pagelaran seni budaya berikutnya di stand-stand daerah akan tetap digelar secara sembarangan.

"Komisi B DPRD Sumut akan menjadualkan memanggil Yayasan PRSU dan Kadis Pariwisata Sumut, untuk mempertanyakan mengapa kegiatan PRSU dilaksanakan tidak profesional.

Padahal anggaran untuk itu cukup besar dialokasikan di APBD Sumut," ujar Lidiani seraya berharap agar Yayasan PRSU dan Kadis Pariwisata Sumut hendaknya bekerja secara profesional dengan tidak mengecewakan masyarakat pengunjung. (A03/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru