Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Pemkab Sergai Siapkan Langkah Meningkatkan Pendapatan Pedagang Pasar Bengkel

- Jumat, 31 Agustus 2018 11:21 WIB
344 view
Sergai (SIB) -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdangbedagai (Sergai) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah menyiapkan langkah-langkah untuk meningkatkan kembali gairah dan pendapatan pedagang dodol dan makanan ringan Pasar Bengkel, Kecamatan Perbaungan yang resah karena omset penjualannya menurun drastis pasca beroperasinya Tol Medan-Seirampah. 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Perindag Sergai, Hj Nina Deliana SSos MSi  saat ditemui SIB, Kamis (30/8) di ruang kerjanya di Kantor Disperindag di Jalan Negara KM 42,6 Pasar Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

"Dengan beroperasinya tol Medan-Seirampah, kita akui, memang sangat berdampak pada pedagang dodol dan makanan ringan yang ada di Pasar Bengkel ini. Untuk itu, kita telah menyiapkan langkah dengan melakukan penjajakan kerjasama dengan instansi lain maupun swasta, agar pemasaran produk khas Sergai ini dapat kembali bergairah dan meningkatkan pendapatan pedagang," ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini pihaknya telah melakukan penjajakan kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia. "Toko di dalam kereta api itu sudah dipersiapkan, hanya saja belum dilaunching," jelasnya.

Sedangkan dalam menjalin kerjasama dengan pihak swasta, dia mengatakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan Peraturan Daerah (Perda) agar produk lokal tersebut dapat masuk ke pasar modern, seperti Indomaret dan Alfamart. "Seperti di Kulonprogo misalnya, 20 persen produk yang dipasarkan di pasar modern, harus produk lokal," sebutnya.

Untuk itu, pihaknya harus menyiapkan Perda terlebih dahulu dan mempersiapkan produk lokal tersebut agar memenuhi persyaratan keinginan pasar modern. "Misalnya dari sisi pengemasan, tampilan dan ketahanan dan kualitasnya," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Nina, untuk lingkup Pemkab Sergai, pihaknya juga telah mengayo-ayokan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengutamakan produk lokal tersebut sebagai suvenir maupun oleh-oleh khas dari Sergai. "Kalau ada kunjungan kerja keluar ataupun yang datang ke Sergai, kita tidak cari bolu meranti lagi. Sudah kita arahkan untuk membeli oleh-oleh khas Sergai ini," terangnya.

Nina yang saat itu didampingi Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian, Leni Haryanti menjelaskan, pihaknya juga telah berupaya menjalin kerjasama dengan pihak pengelola jalan tol agar produk khas sergai tersebut dapat dipasarkan di rest area tol. "Sejak pengerjaan tol dimulai, kerjasama dengan pihak pengelola tol sudah dijajaki, dikomandoi oleh Asisten I dan di setiap rapat koordinasi, hal ini selalu kita sampaikan. Artinya, ketika nanti sudah ada rest area di tol, adalah ruangan yang disediakan untuk memasarkan produk khas sergai ini. Dan supaya pedagang dodol ini tertib, dibentuklah asosiasi, sehingga ada yang mengelola pemasaran dodol ini di rest area itu," imbuhnya.

Nina juga mengimbau para pedagang dodol agar tidak berharap hanya kepada pembeli yang melintas saja, melainkan harus mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi serta terus berinovasi. "Zaman sekarangkan, pedagang tidak harus bertatap muka langsung dengan pembeli, bisa juga melalui online. Untuk itu, gunakan kemajuan teknologi dan buat inovasi baru," imbaunya.

Seperti diberitakan SIB sebelumnya, omset penjualan pedagang dodol Pasar Bengkel, Kecamatan Perbaungan, menurun drastis pasca beroperasinya tol Medan-Seirampah. Sebelumnya, omset penjualan pedagang dodol mencapai 400 hingga  500 ribu perhari. Namun, setelah tol beroperasi, omset penjualan pedagang dodol hanya di kisaran seratus ribu per hari. (C02/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru