Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 23 Juni 2026

Mensos Sosialisasikan Sekolah Rakyat di Sumut

Danres Saragih - Jumat, 11 April 2025 20:46 WIB
181 view
Mensos Sosialisasikan Sekolah Rakyat di Sumut
Foto: SNN/Danres Saragih
Mensos Saifullah Yusuf, didampingi Gubernur Sumut M Bobby Nasution memberikan keterangan pers usai Sosialisasi Sekolah Rakyat, di Aula Raja Inal Siregar (RIS) Kantor Gubernur Sumut, Jumat (11/4/2025).
Medan(harianSIB.com)

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengapresiasi kemajuan nasional Indonesia, namun menekankan masih adanya pekerjaan rumah besar dalam penurunan dan pengentasan kemiskinan ekstrem. Presiden telah menargetkan penurunan kemiskinan ekstrem menjadi 0% pada 2026 dan di bawah 5% pada 2024.

Hal itu dikatakan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, dalam pemaparannya pada Sosialisasi Sekolah Rakyat, di Aula Raja Inal Siregar (RIS) Kantor Gubernur Sumut, Jumat (11/4/2025).


Dikatakannya, pemerintah telah melakukan tiga strategi utama penurunan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan melalui program pemberdayaan. Yaitu pengurangan kantong-kantong kemiskinan yang berjalan secara konvergen dan terintegrasi.

Pemerintah juga mengoptimalkan penanganan kantong kemiskinan dengan melibatkan pemerintah daerah dan lembaga non-pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, organisasi masyarakat dan media massa diharapkan memperkuat upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024, angka kemiskinan di Indonesia sebesar 9,03%, turun 0,33% dari tahun sebelumnya.Angka kemiskinan ekstrem juga menurun, dari 1,12% pada 2023 menjadi 0,83% pada 2024.

Pemerintah menghadapi tantangan dalam menangani kemiskinan ekstrem, terutama ketika angkanya semakin kecil. Upaya penanganan kemiskinan ekstrem memerlukan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, serta partisipasi aktif masyarakat dan swasta.

Pemanfaatan Dana Desa dan program-program lainnya diharapkan dapat mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem.


Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam upaya penurunan kemiskinan ekstrem. Pemerintah daerah dapat melakukan intervensi kemiskinan tanpa menunggu arahan pemerintah pusat, terutama jika memiliki kemampuan fiskal dan anggaran yang baik.

Perlu diketahui, Presiden menetapkan target penurunan kemiskinan ekstrem menjadi 0% pada 2024. Pemerintah optimis dapat mencapai target tersebut dengan upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Sebelumnya, Gubernur Sumut M Bobby A Nasution mengapresiasi Pemerintah Pusat yang akan membangun 4 Sekolah Rakyat di Sumut untuk tahap pertama di tahun 2025.

Pemprov Sumut juga telah melakukan langkah-langkah intervensi untuk mengurangi kemiskinan ekstrem, seperti mengeluarkan Kartu Jateng Sejahtera dan menyelenggarakan program pelatihan padat karya tunai.

Hadir dalam acara itu seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sumut, di antaranya, Bupati Humbahas Dr Oloan P Nababan, Bupati Batubara Baharudin Siagian, Bupati Samosir Vandiko Gultom. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru