Medan(harianSIB.com)
Harapan masyarakat terhadap pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Pematangsiantar dengan Parapat, salah satu kawasan strategis pariwisata nasional di tepi Danau Toba, harus ditunda. Proyek strategis nasional tersebut dipastikan tidak akan dilaksanakan pada tahun 2025 akibat adanya revisi anggaran yang berdampak langsung pada alokasi pendanaan.
Kabiro Administrasi Pembangunan Setdaprovsu Faisal Arif Nasution, dalam konferensi pers di kantor Gubernur Sumut menyebutkan, pemerintah pusat melakukan penyesuaian anggaran infrastruktur secara menyeluruh, yang berimbas pada terhentinya progres jalan tol Siantar-Parapat. Dari rencana awal yang semestinya berjalan di awal tahun, hanya tersedia alokasi anggaran sebesar Rp 40 miliar, yang dinilai belum mencukupi untuk memulai pelaksanaan konstruksi jalan tol tersebut.
Jalan tol Siantar-Parapat sebelumnya digadang-gadang sebagai proyek penting untuk mendukung konektivitas menuju destinasi super prioritas Danau Toba, serta mempercepat arus barang dan jasa dari wilayah pantai timur ke kawasan pariwisata di Sumatera Utara. Namun, keterbatasan dana menyebabkan proyek ini tidak masuk dalam pelaksanaan fisik tahun 2025.
"Karena revisi anggaran, terjadi penyesuaian. Alokasi dana yang tersedia hanya sekitar Rp 40 miliar, sehingga pembangunan jalan tol Siantar-Parapat tidak dapat dilaksanakan tahun ini," ungkapnya.
Baca Juga:
Penundaan itu tentu menjadi perhatian serius, mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan pentingnya jalur itu untuk mendukung sektor pariwisata, perdagangan dan investasi di kawasan
Danau Toba. Tanpa kehadiran infrastruktur tol, akses dari dan ke Parapat masih bergantung pada jalur nasional eksisting yang rawan kemacetan, terutama saat musim liburan.
Pemerintah daerah berharap agar proyek itu dapat kembali diprioritaskan pada tahun anggaran berikutnya, mengingat perannya yang sangat vital dalam pengembangan wilayah dan perekonomian regional.
"Kami berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali proyek ini pada tahun mendatang. Konektivitas yang baik akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal dan sektor pariwisata Danau Toba," ujarnya.
Dengan ditundanya pembangunan jalan tol Siantar-Parapat, pemerintah daerah diharapkan tetap fokus pada perbaikan infrastruktur jalan nasional dan jalan provinsi sebagai alternatif sementara guna menjaga kelancaran arus transportasi menuju kawasan wisata unggulan Sumatera Utara. (*)