Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Rahmat Rayyan Nasution

Kritisi Kondisi Jalan Panyabungan–Pantai Barat, Masyarakat Resah
Firdaus Peranginangin - Selasa, 28 April 2026 19:00 WIB
122 view
Rahmat Rayyan Nasution
Foto harian sib.com/Firdaus
Rahmat Rayyan Nasution.

Medan(harianSIB.com)

Anggota Komisi D DPRD Sumut Rahmat Rayyan Nasution, melontarkan kritik keras terhadap kerusakan parah ruas jalan provinsi jalur Panyabungan menuju Pantai Barat, Mandailing Natal (Madina), sehingga pihaknya mendesak Dinas PUPR Sumut segera turun tangan melakukan perbaikan total, bukan sekadar tambal sulam.

Rahmat Rayyan Nasution kepada wartawan, Selasa (28/4/2026) melalui telepon di Medan menegaskan, ruas jalan tersebut merupakan jalur strategis yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antarwilayah, harus segera diperbaiki jangan biarkan rusak berkepanjangan.

"Jalan ini akses penting masyarakat. Transportasi warga, distribusi barang, hingga roda ekonomi sangat bergantung di jalan tersebut," tegas Rahmat sembari menambahkan, kerusakan di lapangan sudah sangat mengkhawatirkan, mulai dari titik longsor, badan jalan amblas, lubang besar yang mengancam keselamatan pengendara, terutama kendaraan angkutan barang.

Berkaitan dengan itu, politisi Partai Gerindra ini mendesak Pemprov Sumut tidak hanya fokus pada perbaikan darurat, tetapi memastikan pembangunan dilakukan menyeluruh dan berkelanjutan agar jalan tidak kembali rusak dalam waktu singkat.

Baca Juga:
Alokasikan

Untuk penanganan ruas jalan tersebut, kata Rahmat, Pemprov Sumut disebut telah menyiapkan anggaran sekitar Rp36,5 miliar untuk jalur Jembatan Merah–Muara Soma–Simpang Gambir. Dana itu akan digunakan untuk rehabilitasi Jembatan Inumon I dan II, pembangunan bronjong, serta talud penahan longsor.

Selain itu, katanya, ada juga tambahan Rp3 miliar dialokasikan untuk ruas Simpang Ulupungkut–Simpang Banyak dengan total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp40 miliar dari APBD Sumut.

"Pekerjaan dijadwalkan mulai Juni 2026 dengan prioritas pada titik kerusakan paling parah akibat banjir dan longsor," ujar Rahmat sembari menambahkan saat ini, akses vital Panyabungan–Natal bahkan sempat lumpuh total setelah kendaraan berat terjebak di badan jalan berlumpur, sehingga perlu disegerakan, jika sudah dialokasikan anggarannya.

Menurutnya, saat hujan turun, kondisi jalan licin memperparah keadaan dan memicu antrean panjang kendaraan. Bahkan kawasan Sopo Tinjak dan Linggabayu, kerusakan disebut semakin parah hingga nyaris tidak bisa dilalui, sehingga distribusi barang tersendat.

Minimnya penanganan darurat membuat masyarakat harus ekstra waspada, terutama di jalur tikungan tajam dan tebing rawan longsor, sehingga besar harapkan masyarakat ada langkah konkret dan cepat dari Pemprov Sumut. Jangan masyarakat terus dihadapkan dengan infrastruktur jalan yang tidak layak. (*).

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Arab Saudi Tidak Tolerir Kritikan Terhadap Putra Mahkota
Jembatan Sibangebange Siantar Tonga-Tonga I Butuh Perbaikan
KPU Tunda Penetapan DPT Pemilu 2019 Hasil Perbaikan Kedua
Tanggul Sungai Kualuh Beberapa Kali Jebol, Warga Sialangtaji Minta Perbaikan
Warga Keluhkan, Jalan Siruar Parmaksian Rusak Parah
Sudah 4 Tahun Jalan Saribudolok Atas Rusak Parah
komentar
beritaTerbaru