Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

DPRD Sumut Minta Program Perbaikan Perlintasan Kereta Juga Diterapkan di Sumut

Firdaus Peranginangin - Rabu, 29 April 2026 18:49 WIB
110 view
DPRD Sumut Minta Program Perbaikan Perlintasan Kereta Juga Diterapkan di Sumut
Foto harianSIB.com/Firdaus
Salmon Sumihar Sagala SE dan Ebenejer Sitorus SE MM.

Medan(harianSIB.com)

Langkah Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan anggaran Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa mendapat perhatian dari kalangan DPRD Sumut. Mereka menilai program serupa juga mendesak diterapkan di Sumatera Utara karena daerah ini dinilai rawan kecelakaan di pintu perlintasan kereta api.

Hal itu disampaikan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala dan anggota Fraksi Partai Hanura DPRD Sumut Ebenejer Sitorus kepada wartawan, Rabu (29/4/2026) dari Medan.

"Kita mendukung langkah Presiden demi keselamatan masyarakat dengan menyiapkan anggaran untuk memperbaiki titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa. Tapi tentunya, daerah ini juga butuh perbaikan, sebab kondisi sejumlah perlintasan kereta api di Sumut masih minim pengamanan, bahkan banyak yang belum memiliki palang pintu maupun petugas jaga," ujar Salmon Sagala.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbahaya dan kerap menimbulkan kecelakaan.

Baca Juga:
Senada dengan itu, Ebenejer Sitorus mengatakan pembangunan infrastruktur perkeretaapian di Sumut tidak boleh tertinggal. Pemerintah diminta segera mengalokasikan anggaran untuk modernisasi jalur, pemasangan pintu otomatis, lampu peringatan, hingga pembangunan flyover di titik rawan macet dan kecelakaan.

"Jangan tunggu korban terus berjatuhan. Sumut ini jalur kereta apinya padat, terutama lintas Medan-Binjai, Medan-Tebing Tinggi, hingga Kisaran-Rantauprapat. Ini harus segera dibenahi," tegasnya.

Kedua legislator itu menyebut sejumlah daerah di Sumatera Utara yang kerap terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api antara lain Medan, Binjai, Tebingtinggi, Pematangsiantar, Deliserdang, Serdangbedagai, Asahan, dan Labuhanbatu.

Di wilayah tersebut, kecelakaan kerap melibatkan mobil pribadi, sepeda motor, truk, hingga pejalan kaki yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu.

Salmon menilai perbaikan jalur kereta api bukan hanya soal transportasi, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa masyarakat. Ia meminta sinergi antara pemerintah pusat, PT KAI, Kementerian Perhubungan, dan Pemprov Sumut agar persoalan itu ditangani menyeluruh.

"Kalau Pulau Jawa bisa diprioritaskan, maka Sumatera Utara juga layak mendapatkan perhatian yang sama. Infrastruktur perkeretaapian kita harus naik kelas dan lebih aman," kata Ebenejer.

Keduanya berharap pemerintah segera memasukkan Sumatera Utara dalam program nasional peningkatan keselamatan perlintasan kereta api agar masyarakat tidak terus dihantui kecelakaan di jalur rel.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sudung Situmorang Monitoring Penanganan Kasus Korupsi di Sumut
REI Sumut Siap Bangun 1.067 Rumah Polri
DPRDSU: Kemandirian APBD Sumut Membaik
Polda Sumut Panggil Pria Berinisial FD Terkait Dugaan Suap Bupati Remigo Berutu
Inampa Mitra Strategis Pemerintah Ciptakan Keselamatan Maritim
IMI Sumut Optimis Reli Internasional Hadir
komentar
beritaTerbaru