Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 28 Agustus 2026

DPRD SU: Padamnya Listrik Secara Massal Bukti "Amburadulnya" PT PLN Jaga Stabilitas Listrik

Firdaus Peranginangin - Sabtu, 23 Mei 2026 13:58 WIB
647 view
DPRD SU: Padamnya Listrik Secara Massal Bukti "Amburadulnya" PT PLN Jaga Stabilitas Listrik
Foto: harianSIB.com/Firdaus
Timbul Jaya Hamonangan Sibarani SH MH - Viktor Silaen SE MM.

Medan(harianSIB.com)

Komisi D DPRD Sumut secara tegas mengatakan, padamnya listrik secara massal di wilayah Sumut, Aceh dan Riau sejak Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB hingga, Sabtu (23/5/2026) pagi sebagai bukti "amburadulnya" manajemen dan sistem antisipasi PT PLN dalam menjaga stabilitas pasokan listrik kepada masyarakat.

Hal itu diungkapkan Ketua dan anggota Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan Sibarani SH MH dan Viktor Silaen SE MM kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026), menanggapi terjadinya pemadaman listrik secara massal berjam-jam lamanya.

Menurut Timbul, pemadaman yang berlangsung berjam-jam hingga menimbulkan lumpuhnya aktivitas masyarakat, rumah sakit, usaha kecil, jaringan komunikasi hingga lalu lintas merupakan bentuk pelayanan publik yang sangat mengecewakan.

"Ini bukan sekadar mati lampu biasa. Ini blackout besar yang menunjukkan sistem pengelolaan kelistrikan kita sangat rapuh. Indonesia sudah 81 tahun merdeka, tetapi masyarakat masih dipaksa merasakan gelap gulita seperti kembali ke zaman batu atau paleolitikum," tegas Timbul.

Baca Juga:
Ketua DPD Partai Golkar Simalungun ini mengatakan, di era modern dan digital seperti sekarang, listrik merupakan kebutuhan utama masyarakat. PT PLN seharusnya memiliki sistem cadangan, mitigasi gangguan dan percepatan pemulihan yang jauh lebih profesional.

"Jika gangguan terjadi sampai berjam-jam dan pemulihan sangat lamban, publik tentu mempertanyakan profesionalisme manajemen PLN. Jangan sampai rakyat menjadi korban akibat lemahnya antisipasi dan buruknya tata kelola kelistrikan," katanya.

Timbul juga meminta PT PLN terbuka kepada masyarakat terkait penyebab utama pemadaman massal tersebut dan jangan hanya memberikan penjelasan normatif. Intinya, jangan hanya permohonan maaf, sebab masyarakat butuh kepastian, apa penyebabnya, apa solusi permanennya dan bagaimana jaminan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Dalam peristiwa pemadaman massal ini, tambah Viktor Silaen, Komisi D DPRD Sumut berencana memanggil pihak PLN untuk meminta penjelasan resmi terkait blackout yang terjadi di Sumut dan Aceh tersebut, sebab pemadaman tersebut, menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan dunia usaha.

"Banyak pelaku usaha kecil rugi, makanan rusak, aktivitas ekonomi terganggu, jaringan internet lumpuh dan masyarakat panik. Ini dampaknya sangat luas," kata Viktor sembari menambahkan, sebagai perusahaan negara yang memegang monopoli sektor kelistrikan, PT PLN harus mampu memberikan pelayanan maksimal dan respons cepat ketika terjadi gangguan besar.

Kalau sampai satu wilayah besar seperti Sumut, Riau dan Aceh bisa blackout berjam-jam, berarti ada yang tidak beres dalam sistem pengamanan jaringan maupun manajemen krisis PLN. Tentunya, masyarakat wajar kecewa karena pemadaman terjadi begitu lama tanpa kepastian waktu normalisasi yang jelas.

"Rakyat sekarang hidup di era teknologi, bukan lagi hidup dengan lampu minyak. Jangan sampai masyarakat merasa negara kalah dengan persoalan dasar seperti listrik," tegasnya seraya meminta pemerintah pusat melalui Kementerian BUMN segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan PLN di wilayah Sumatera agar blackout seperti ini tidak menjadi langganan.(*).

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemko P Siantar dengan PT PLN Tandatangani Kesepakatan Bersama Kemudahan dapat Listrik Bagi Investor
Peringati HLN KE-73, PLN UIP Sumbagut Bagikan Tali Kasih Untuk Anak Yatim
PLN UIP Sumbagut Bantu Renovasi Masjid Nur Hidayatullah
Sambut HLN ke-73, PLN UIP Sumbagut Gelar Donor Darah
Pertamina MOR I Sumbagut Bantu Renovasi Gedung SDN di Labuhandeli
PT PLN UIP Sumbagut Sembelih 14 Hewan Kurban
komentar
beritaTerbaru