Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2026

Di Hadapan Pasis Sesko TNI, Gubernur Bobby Tekankan Pentingnya Mitigasi Ancaman Megathrust

Danres Saragih - Selasa, 09 Juni 2026 19:59 WIB
112 view
Di Hadapan Pasis Sesko TNI, Gubernur Bobby Tekankan Pentingnya Mitigasi Ancaman Megathrust
Foto: Dok/Diskominfo Sumut
PEMBEKALAN: Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution berbincang dengan Teguh Puji Raharjo sebelum memberikan pembekalan kepada peserta KKDN Pasis Dik reg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Aula Raja Inal Siregar, lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Di

Medan(harianSIB.com)

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pentingnya mitigasi ancaman Megathrust sebagai langkah antisipatif untuk melindungi keselamatan masyarakat, serta menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, bencana Megathrust tidak hanya berdampak pada keselamatan jiwa, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, pelayanan publik, stabilitas sosial, hingga keamanan.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (9/6/2026).

Bobby menjelaskan, zona Megathrust merupakan kawasan pertemuan antara dua lempeng tektonik, yaitu lempeng samudera dan lempeng benua. Pertemuan kedua lempeng tersebut menyebabkan proses subduksi yang berpotensi memicu gempa bumi berkekuatan besar.

Megathrust, lanjut Bobby, memiliki karakteristik berupa magnitudo sangat besar, terjadi di zona subduksi, memiliki patahan dangkal dan luas, serta berpotensi memicu tsunami besar. "Gempa Megathrust yang pernah terjadi di Aceh tahun 2004 yang memicu terjadinya Tsunami di Samudera Hindia," ujar Bobby.

Baca Juga:
Menurut Bobby, salah satu wilayah yang memiliki potensi ancaman Megathrust adalah kawasan Mentawai dan pesisir pantai barat Sumatera. Karena itu, ia mengingatkan agar berbagai peringatan dan informasi terkait potensi bencana tidak diabaikan oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan.

Untuk memitigasi ancaman tersebut, Pemprov Sumut menerapkan pendekatan struktural, nonstruktural, sosial budaya, serta penguatan harmoni lintas iman di lokasi pengungsian. Mitigasi tersebut juga mengedepankan kearifan lokal yang berbasis pada nilai-nilai kebhinekaan Nusantara.

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Masinton Siapkan Langkah Penataan Wilayah Tapteng dan ekosistem Batang Toru
Pemkab Tapteng Bersama KSDA Sumut Galakkan Aksi Tanam Pohon
Bupati Deliserdang Tinjau Longsor Sembahe, Percepat Penanganan dan Bantuan
BMKG: 20 Kabupaten di Sumut Rawan Longsor Maret 2026
Banjir Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem Melampaui Standar Mitigasi Nasional
Pasang Plang Evakuasi Bencana di Gunungsitoli, Alfamidi Perkuat Mitigasi Bencana
komentar
beritaTerbaru