"Kategori pembangunan rumah sakit ini adalah kebutuhan. Selama ini Fakultas Kedokteran masih menggunakan rumah sakit mitra untuk pendidikan profesi. Dengan adanya rumah sakit sendiri tentu akan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengembangan kampus," katanya.
Saat ini yayasan masih menyelesaikan berbagai tahapan administrasi dan perizinan, mulai dari penyusunan Detail Engineering Design (DED), proses Online Single Submission (OSS), hingga Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Effendi berharap setelah seluruh proses perizinan selesai, pembangunan dapat segera dimulai melalui peletakan batu pertama atau groundbreaking.
Selain mengandalkan kemampuan internal yayasan, berbagai skema pembiayaan juga sedang dikaji, termasuk kerja sama operasi (KSO) dengan pihak ketiga dalam penyediaan alat kesehatan maupun pengelolaan rumah sakit.
Menurutnya, seluruh proses perencanaan dilakukan secara hati-hati agar pembangunan berjalan sesuai kebutuhan serta terhindar dari risiko pembengkakan biaya.
"Kami terus melakukan kajian yang mendalam, baik dari sisi pembangunan maupun manajemen operasionalnya nanti, sehingga rumah sakit ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi pendidikan dan masyarakat," pungkasnya.