Menurutnya, jika aksi protes berlangsung berkepanjangan dan mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut dapat menciptakan ketidakpastian bagi konsumen maupun investor. Calon pembeli, kata dia, bisa saja menunda keputusan untuk bertransaksi atau mengunjungi lokasi proyek.
Selain memengaruhi psikologi pasar, aksi massa yang terjadi di sekitar kawasan bisnis atau jalur akses proyek juga berpotensi mengganggu mobilitas logistik material bangunan. Aktivitas pemasaran dan operasional kantor pengembang juga dapat terdampak apabila situasi dinilai tidak kondusif.
Anthony berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menjaga stabilitas keamanan, terutama di kota-kota besar seperti Medan. Menurutnya, suasana yang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor penting bagi pertumbuhan sektor properti.
"Kami berharap kondisi dapat segera diatasi pemerintah dan kembali kondusif, sehingga pasar properti bisa kembali bergerak lebih baik," katanya.