Medan(harianSIB.com)
Maraknya aksi demonstrasi di sejumlah daerah dinilai dapat memengaruhi psikologi pasar properti, terutama terkait keputusan konsumen dan minat investasi. Namun, salah satu pengembang properti di Medan, Podomoro City Deli Medan, menyatakan kondisi penjualan properti mereka hingga kini masih tergolong stabil.
Marketing Manager Podomoro City Deli Medan, Anthony Alexander, mengatakan dinamika sosial dan politik yang terjadi belakangan ini tetap menjadi perhatian pelaku usaha properti.
Baca Juga:
"Dampaknya pasti ada, tetapi tidak terlalu signifikan. Penjualan kami masih tergolong stabil," ujar Anthony di
Medan (Sabtu/20/6/2026).
Menurutnya, jika aksi protes berlangsung berkepanjangan dan mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut dapat menciptakan ketidakpastian bagi konsumen maupun investor. Calon pembeli, kata dia, bisa saja menunda keputusan untuk bertransaksi atau mengunjungi lokasi proyek.
Selain memengaruhi psikologi pasar, aksi massa yang terjadi di sekitar kawasan bisnis atau jalur akses proyek juga berpotensi mengganggu mobilitas logistik material bangunan. Aktivitas pemasaran dan operasional kantor pengembang juga dapat terdampak apabila situasi dinilai tidak kondusif.
Anthony berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menjaga stabilitas keamanan, terutama di kota-kota besar seperti Medan. Menurutnya, suasana yang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor penting bagi pertumbuhan sektor properti.
"Kami berharap kondisi dapat segera diatasi pemerintah dan kembali kondusif, sehingga pasar properti bisa kembali bergerak lebih baik," katanya.
Ia menambahkan, Podomoro City Deli Medan tetap melanjutkan pemasaran produk hunian, termasuk Victory Tower yang mengusung konsep one-stop living di pusat Kota Medan. Kawasan tersebut juga terintegrasi dengan area bisnis, pendidikan, dan pusat perbelanjaan.
Anthony berharap stabilitas sosial dan ekonomi tetap terjaga agar masyarakat tidak ragu melanjutkan rencana investasi maupun pembelian hunian. Menurutnya, sektor properti membutuhkan kepastian, keamanan, dan kepercayaan publik agar tetap tumbuh. (**)