Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 24 Juni 2026

Setahun Kepergian Eddy Bukit, Wara Sinuhaji Kenang Sosok Jurnalis Berintegritas dan Tak Pernah Tinggalkan SIB

Leo Bastari Bukit - Rabu, 24 Juni 2026 15:09 WIB
249 view
Setahun Kepergian Eddy Bukit, Wara Sinuhaji Kenang Sosok Jurnalis Berintegritas dan Tak Pernah Tinggalkan SIB
Foto harianSIB.com/Leo Bukit
Foto Drs Eddy Madya Bukit semasa hidup.

Medan(harianSIB.com)

Setahun setelah kepergian jurnalis senior Drs Eddy Madya Bukit, berbagai kenangan tentang dedikasi dan integritasnya di dunia jurnalistik masih membekas di hati para sahabat dan koleganya.

Salah satunya datang dari pengamat sosial Drs Wara Sinuhaji MHum, yang mengenang almarhum sebagai wartawan profesional yang menjunjung tinggi kebenaran dan etika jurnalistik.

"Tak terasa sudah setahun, tepat pada 24 Juni 2025 lalu beliau berpulang dan kini beristirahat dengan damai di sisi-Nya. Semasa hidupnya, saya mengenal Eddy sebagai jurnalis yang elegan, santun, dan sangat ketat dalam melakukan check and recheck terhadap setiap fakta yang ditulisnya," ujar Wara, Selasa (24/6/2026).

Menurut Wara, kecintaan Eddy terhadap dunia jurnalistik telah tumbuh sejak masih menjadi mahasiswa di IKIP Negeri Medan yang kini menjadi Universitas Negeri Medan (Unimed).

Baca Juga:
Sejak saat itu, ia dikenal sebagai pribadi yang memegang teguh integritas, komitmen, dan profesionalisme dalam menjalankan profesinya sebagai wartawan.

Salah satu hal yang paling dikenang dari almarhum adalah loyalitasnya terhadap perusahaan media tempatnya berkarier. Sejak pertama kali terjun ke dunia jurnalistik hingga akhir hayatnya, Eddy tetap mengabdi di Harian Sinar Indonesia Baru (SIB).

"Beliau tidak pernah berpindah ke media lain. Kesetiaannya kepada perusahaan yang membesarkan namanya di dunia jurnalistik patut menjadi teladan bagi generasi wartawan saat ini," kata Wara.

Latar belakang pendidikan yang dimiliki Eddy juga memengaruhi fokus pemberitaannya. Ia dikenal sangat peduli terhadap perkembangan dunia pendidikan dan kerap mengangkat berbagai isu pendidikan dalam karya-karya jurnalistiknya.

"Setiap hari beliau terlihat keluar masuk kampus untuk mencari informasi. Bahkan banyak yang mengira profesinya seorang dosen karena begitu dekat dengan lingkungan akademik," ujarnya.

Hubungan Wara dengan almarhum semakin erat sejak masa Reformasi 1998. Saat itu, keduanya sering bertemu dalam berbagai kegiatan mimbar bebas yang digelar di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU) menjelang lengsernya Presiden Soeharto.

Menurut Wara, Eddy merupakan salah satu wartawan yang aktif meliput dinamika gerakan reformasi dan menjadikan berbagai akademisi serta tokoh kampus sebagai narasumber pemberitaannya.

"Sejak reformasi bergulir, hubungan kami semakin intens. Beliau sering menjadikan saya sebagai narasumber dan dari situlah persahabatan kami terjalin hingga akhir hayatnya," katanya.

Wara menilai kemampuan jurnalistik Eddy sangat istimewa. Almarhum dinilai mampu mengolah berbagai gagasan dan pemikiran narasumber menjadi tulisan yang menarik, tajam, dan mudah dipahami pembaca.

"Beliau mampu mengelaborasi isi kepala siapa saja yang menjadi narasumbernya. Itu yang membuat banyak tulisannya menjadi headline dan menarik perhatian pembaca Harian SIB," ungkapnya.

Ia bahkan mengaku pernah mengatakan kepada Eddy bahwa popularitas yang diraihnya saat ini tidak lepas dari peran tulisan-tulisan almarhum. Namun, Eddy selalu menanggapi pernyataan itu dengan rendah hati.

"Beliau selalu mengatakan bahwa itu adalah simbiosis mutualisme, saling mendukung satu sama lain," kenang Wara.

Wara juga mengungkapkan penyesalannya karena tidak berada di Medan saat Eddy mengembuskan napas terakhir. Saat itu, ia sedang berada di Surabaya untuk menjadi narasumber dalam sebuah kegiatan ketika menerima kabar duka tersebut.

Menutup refleksinya, Wara menyampaikan doa dan penghormatan kepada sahabatnya itu. "Terima kasih, Eddy Bukit. Tak terasa setahun sudah engkau meninggalkan kami. Semoga Tuhan menempatkanmu di tempat terbaik sesuai amal dan pengabdianmu selama hidup. Jasa dan keteladananmu akan selalu kami kenang," pungkasnya. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Komisaris Harian SIB GM Marulam Panggabean Tutup Usia
Navigator College Australia Merasa Spesial Dimuat di Harian SIB
Tokoh Masyarakat Bandarkhalifah Sergai Apresiasi Empati Harian SIB Terhadap Suminem
Wartawan Harian SIB Ater Marpaung Tutup Usia
Perayaan Natal Harian SIB Serukan Damai Sejahtera Bagi Umat Dunia
Panitia Natal Harian SIB dan PT Sere Megawati Gelar Donor Darah
komentar
beritaTerbaru