Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 26 Juni 2026

Bobby Usul Merger BUMD Sumut, Dari 6 Perusahaan Jadi 3 atau 4

Firdaus Peranginangin - Kamis, 25 Juni 2026 18:29 WIB
354 view
Bobby Usul Merger BUMD Sumut, Dari 6 Perusahaan Jadi 3 atau 4
harianSIB.com/Firdaus Peranginangin
Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti menandatangani pengesahan Ranperda perubahan bentuk hukum PT Dhirga Surya Sumut menjadi Perseroda, disaksikan Wakil Gubernur Sumut H. Surya serta Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga, Ricky

Medan(harianSIB.com)

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengusulkan penggabungan (merger) enam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menjadi tiga atau empat perusahaan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, menekan pemborosan anggaran, sekaligus merampingkan struktur direksi dan manajemen.

Usulan itu disampaikan Bobby Nasution dalam Rapat Paripurna DPRD Sumut dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Ranperda perubahan bentuk hukum PT Dhirga Surya Sumut menjadi Perseroda (Perusahaan Perseroan Daerah), yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti didampingi Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga, Ricky Anthony, dan Salman Alfarisi, Kamis (25/6/2026).

Menurut Bobby, enam BUMD yang dimiliki Pemprov Sumut saat ini idealnya disederhanakan menjadi tiga atau empat perusahaan agar lebih efektif, efisien, dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

"Sidang dewan yang terhormat, izinkan kami Pemprov Sumut mengusulkan BUMD ini kita gabungkan, sehingga dari sisi operasional tidak terlalu banyak direksi dan manajemen yang justru memboroskan keuangan perusahaan," ujarnya.

Baca Juga:
Bobby menegaskan, kebijakan efisiensi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penyederhanaan struktur organisasi di tubuh BUMN guna meningkatkan efektivitas kerja dan memperkuat korporasi.

Ia mengungkapkan, kondisi BUMD di Sumut saat ini masih belum merata. Ada perusahaan yang memiliki aset besar, namun kondisi keuangannya kurang baik hingga berdampak terhadap kesejahteraan pegawai. Sebaliknya, terdapat BUMD dengan aset terbatas yang justru menunjukkan kinerja keuangan lebih baik.

"Ini jadi ironi. Ada yang asetnya luar biasa besar tapi keuangannya buruk. Ada juga yang asetnya minim, bahkan masih menyewa, tapi performa keuangannya baik. Artinya, tata kelola kita harus dibenahi," katanya.

Menurut Bobby, apabila aset dan modal seluruh BUMD dikonsolidasikan melalui merger, perusahaan daerah akan menjadi lebih kuat dan memiliki kemampuan yang lebih besar untuk melakukan ekspansi usaha.

Ia juga menyoroti posisi tawar BUMD Sumut yang selama ini dinilai lemah saat menjalin kerja sama dengan pihak ketiga.

"Selama ini kita sering kerja sama dengan pihak ketiga, tapi posisi kita selalu dilemahkan, bahkan terkesan dibodoh-bodohi. Ini yang harus kita ubah," tegasnya.

Bobby berharap DPRD Sumut memberikan dukungan penuh terhadap rencana restrukturisasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola perusahaan daerah agar lebih profesional dan berdaya saing.

Saat ini, enam BUMD milik Pemprov Sumut terdiri atas PT Bank Sumut, PT Perkebunan Sumut, PT Dhirga Surya Sumut, PT Pembangunan Sarana dan Prasarana Sumut, PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ), serta Perumda Tirtanadi. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Erry Nuradi dan Bobby Nasution Ramaikan Gerakan #2019 Kita Tetap Bersaudara dan Selamanya
KPK Terima Pengembalian Rp8 Miliar dari Suap Anggota DPRD Sumut
Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafis Minta Drainase Jalan Sukarno-Hatta Binjai Timur Diperbaiki
4 Tersangka Suap Anggota DPRD Sumut Menyusul Segera Disidang
Gubsu Ajak Keluarga Bank Sumut Giat dan Jujur Tingkatkan Kinerja
Pengunduran Diri Dirut Bank Sumut Ditolak
komentar
beritaTerbaru